Sosial  

Rd.Dewi Rahma Sari Melatih Pemulasaraan Jenazah di Cimahi Lahirkan 232 Kader, Relawan Ambulans dan DKM Masjid Turut Berpartisipasi.

Jaringannasional.com – Cimahi Bandung.

Sebanyak 232 peserta mengikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Secara Islam yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Dewi Rahma Sari Education and Care di Masjid Al-‘Alim, SMPN Satu Cimahi, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan gratis dan bersertifikat elektronik ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan Islam.

Peserta berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kota Cimahi dan sekitarnya. Di antara mereka terdapat relawan ambulans Kota Cimahi serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari sejumlah masjid di Cimahi.

Kehadiran kedua kelompok tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada umat, khususnya ketika menghadapi peristiwa kematian.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Fedri Ruluwedrata Rinawan, dr., SpKKLP., MScPH., PhD, selaku Ketua IKA SMPN Satu Cimahi.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya memakmurkan masjid dan mengapresiasi Masjid Al-‘Alim yang dimanfaatkan masyarakat, terutama para alumni, untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Dr. Rd. Dewi Rahma Sari, S.S., S.Pd., M.A., mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kematian. Menurutnya, pemahaman tentang kematian seharusnya mendorong setiap Muslim untuk memperbaiki kualitas ibadah dan mempersiapkan diri dengan amal saleh.

“Kematian bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan pertemuan dengan Allah dan Rasul-Nya juga orang-orang saleh. Karena itu, persiapkanlah diri dengan menjaga sholat, membersihkan hati, dan menjauhi ghibah,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Cimahi, yakni K.H. Agus Muhidin dan K.H. Deden. Materi diberikan secara bertahap, mulai dari pendampingan orang yang menghadapi sakaratul maut, tata cara memandikan jenazah, mengkafani jenazah, hingga pelaksanaan salat jenazah.

Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik langsung di bawah bimbingan para narasumber. Praktik tersebut diharapkan membantu peserta memahami tahapan pemulasaraan jenazah sehingga dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh ketika dibutuhkan di lingkungan masing-masing.

Dukungan penyediaan perlengkapan praktik juga datang dari Willie Ellish beserta stafnya yang merupakan bagian pemasaran Kafanku, pusat kain kafan di Jalan Kamarung, Cimahi. Pihak Kafanku menyediakan kain kafan yang digunakan dalam kegiatan praktik peserta.

Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan yang disampaikan setelah kegiatan berlangsung. Iva Farhatul Uliya, salah seorang alumni angkatan 87 SMPN Satu Cimahi, menyampaikan apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti pelatihan.

Peserta lainnya, Swargo Bandi, menyampaikan kesannya dalam bahasa Sunda.”Hatur nuhun kasadayana, para pengurus sareng narasumber anu parantos ngajarkeun élmuna.

Acarana singkat, serius, sareng réngsé. Singkat, padat, bermanfaat. Ayeuna tinggal ngalarapkeun élmu anu tos diparéntahkeun.”Artinya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan narasumber yang telah membagikan ilmu. Menurutnya, pelatihan berlangsung singkat, serius, padat, dan bermanfaat, sehingga langkah selanjutnya adalah menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari.

Dr. Rd. Dewi Rahma Sari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.”Alhamdulillaah wasysyukru Lillaah. Jazaakillaah Khoiron katsiir kepada Bapak Fedri yang telah mengawali acara dengan begitu teduh. Jazaakumullaah Khoiron katsiir kepada Kyai Agus, Ustadz Deden, dan seluruh panitia. Baarokallaahu fiikum ajma’iin. Semoga ilmu yang dibagikan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ungkapnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Dewi Rahma Sari Education and Care, bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Cimahi, Bakesbangpol Kota Cimahi, SMPN Satu Cimahi, GO Ngaji, GO Service, GO Al-‘Alim, serta IKA SMPN Satu Cimahi.Pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat elektronik kepada seluruh peserta dan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar pemulasaraan jenazah.

Keterlibatan relawan ambulans dan pengurus DKM masjid juga menjadi modal penting untuk memperluas manfaat pelatihan di tengah masyarakat.Dengan lahirnya 232 peserta terlatih, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari, tetapi berlanjut menjadi pengabdian nyata dalam membantu keluarga yang berduka serta memperkuat pelayanan sosial dan keagamaan di Kota Cimahi.

YB