Sosial  

Pokja I PKK Pengasinan Jangan Sekadar Seremonial, Kader Didorong Jadi Penggerak Karakter dan Bela Negara.

Jaringannasional.com – Kota Bekasi

Kehadiran Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Adhianto dalam kegiatan PKK perlombaan Sri Baduga diKelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa Pokja I bukan sekadar pelengkap struktur organisasi atau kegiatan seremonial.

Wiwiek Hargono Adhianto hadir didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi Wury Handayani Bobihoe. Camat rawa lumbu Sri Susilawati, S.STP., M.Si. Rombongan diterima Lurah Pengasinan Rama Angkasa bersama Ketua TP PKK Pengasinan Kecamatan Rawalumbu Amalia Priyatningrun.

Yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut adalah penjelasan K. Lestari, kader PKK Pokja I sekaligus kader Bela Negara, mengenai tugas pokok dan peran strategis Pokja I.

Menurut K. Lestari, Pokja I memiliki tanggung jawab yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat. Karena itu, program Pokja I tidak boleh berhenti pada rapat, dokumentasi, ataupun kegiatan seremonial, tetapi harus terlihat hasilnya dalam perubahan perilaku masyarakat.

Pokja I Berhadapan Langsung dengan Persoalan KarakterPokja I memiliki tugas utama dalam bidang penghayatan dan pengamalan Pancasila serta pembinaan karakter keluarga.Artinya, kader memiliki ruang besar untuk ikut menjawab berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat—mulai dari melemahnya kepedulian sosial, lunturnya semangat gotong royong, persoalan keluarga, hingga rendahnya kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Di sinilah peran kader menjadi penting.Kader Pokja I harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya hadir ketika ada kegiatan resmi.

Nilai Pancasila harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata: membangun kepedulian, memperkuat persatuan, menghidupkan gotong royong, menjaga kerukunan, serta membentuk keluarga sebagai benteng pertama pendidikan karakter.

Kader Bela Negara: Nilai Kebangsaan Harus Turun ke MasyarakatKeterlibatan K. Lestari sebagai kader PKK sekaligus kader Bela Negara memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Semangat Bela Negara tidak semata-mata berbicara tentang pertahanan negara, tetapi juga tentang kepedulian terhadap lingkungan, menjaga persatuan, menaati aturan, membantu sesama, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Karena itu, Pokja I memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai tersebut sejak dari keluarga.Jika keluarga kuat, karakter masyarakat akan kuat. Jika karakter masyarakat kuat, ketahanan sosial dan kebangsaan juga akan semakin kokoh.

Kegiatan di Pengasinan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan PKK tidak semestinya diukur hanya dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa jauh kegiatan tersebut mampu menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

Pokja I pun dituntut untuk tidak berhenti pada slogan “penghayatan dan pengamalan Pancasila”, melainkan membuktikannya dalam kehidupan sehari-hari.Sebab Pancasila tidak cukup diucapkan. Pancasila harus hidup dalam keluarga, lingkungan, dan tindakan nyata masyarakat.

YB