Jaringannasional.com [ JAKARTA] –Persoalan menahun abrasi dan banjir luapan Kali Bekasi akhirnya dibawa hingga ke meja parlemen pusat. Didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Hj. Puji Lestari, sejumlah pengurus RW dari Desa Karangsatria melakukan audiensi resmi dengan Anggota DPR RI Fraksi PKS dan perwakilan BBWS Ciliwung–Cisadane di Gedung Nusantara I, Senayan, Jumat (30/1/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan langsung “jeritan” mereka terkait kerusakan lingkungan dan ancaman keselamatan yang selama ini menghantui setiap musim hujan tiba.
Dalam audiensi tersebut, warga menekankan tiga poin krusial yang memerlukan penanganan segera: Penanganan Abrasi & Longsor: Kondisi bantaran sungai yang semakin terkikis mengancam fondasi pemukiman warga. Sistem Drainase Terintegrasi: Warga mendesak solusi permanen, bukan sekadar perbaikan sementara (tambal sulam), Banjir yang berulang telah menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi masyarakat Desa Karangsatria.
”Kami tidak butuh janji penanganan sementara. Kami butuh langkah konkret agar bencana ini tidak terus berulang setiap tahun,” tegas salah satu perwakilan warga dalam forum tersebut.
Anggota DPR RI Fraksi PKS, H. Jalal, yang menerima audiensi tersebut, menyatakan komitmennya untuk mengawal anggaran dan kebijakan di tingkat pusat.
“Kami akan memastikan persoalan ini mendapatkan atensi khusus dari kementerian terkait agar ada penanganan berkelanjutan,” ujar Jalal.
Di sisi lain, perwakilan BBWS Ciliwung–Cisadane merespons positif dengan menjanjikan langkah teknis dalam waktu dekat: Melakukan kajian mendalam terhadap titik-titik rawan longsor. Mengevaluasi kapasitas tampung Kali Bekasi di wilayah Karangsatria. Menyusun rencana solusi teknis untuk meminimalisir risiko banjir.
Hj. Puji Lestari selaku legislator daerah yang mengawal warga sejak awal, berharap pertemuan ini memutus kebuntuan birokrasi yang selama ini menghambat penanganan Kali Bekasi.
“Sinergi antara Pemerintah Pusat melalui BBWS, Pemerintah Daerah, dan aspirasi masyarakat adalah kunci. Kita ingin kualitas hidup warga Karangsatria meningkat tanpa rasa was-was setiap kali hujan turun,” pungkas Puji. [ABZ)












