Jaringannasional.com [ CIKARANG PUSAT] – Komandan Kodim (Dandim) 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald, S.I.P., M.H.I., menghadiri agenda kunjungan kerja Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di Kompleks Pemda Kabupaten Bekasi, Rabu (4/3/2026). Kehadiran unsur TNI ini merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional terkait akurasi data kemiskinan.
Berlangsung di Gedung Wibawamukti, kegiatan ini difokuskan pada Sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Agenda tersebut melibatkan sekitar 250 peserta yang terdiri dari para Camat, Kepala Desa, Lurah, hingga operator SIKS-NG dan pendamping desa di wilayah Kabupaten Bekasi
Dalam sambutannya, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa DTSEN kini menjadi satu-satunya acuan dalam pendistribusian bantuan sosial (Bansos), baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini selaras dengan mandat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
”Update data secara berkala adalah keharusan agar program pemerintah tidak meleset dari sasaran,” ujar Asep Surya Atmaja di hadapan para undangan.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengibaratkan pemutakhiran data sebagai sebuah perjuangan kolektif atau “jihad” sosial. Ia menekankan bahwa kesalahan data adalah akar dari ketidakadilan penyaluran bantuan.
“Data yang akurat adalah kunci. Jika datanya keliru, maka bantuan sosial dipastikan akan salah sasaran,” tegas Mensos.
Pemerintah menargetkan implementasi penuh DTSEN pada periode 2025–2026. Langkah ini diambil sebagai transformasi dari sistem DTKS menuju sistem yang lebih terintegrasi guna menekan angka kesalahan sasaran (exclusion dan inclusion error) yang selama ini menjadi tantangan besar di lapangan.
Selain Dandim dan Mensos, acara ini juga dihadiri oleh:
- Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. (Kapolres Metro Bekasi)
- Drs. H. Endin Samsudin, M.Si. (Sekda Kabupaten Bekasi)
- Para Kepala Perangkat Daerah dan pilar-pilar sosial se-Kabupaten Bekasi.
Acara dibuka dengan khidmat lewat penampilan seni dari Sanggar Tari Melinda asal Kecamatan Bojongmangu, yang menambah nuansa kearifan lokal dalam agenda nasional tersebut.












