Opini oleh Jon Edy S.Kom.MM : Koperasi Merah Putih dan Tantangan Profesionalisme di 80.000 Desa.
Jaringan nasional.com [ BEKASI] – Presiden Prabowo beberapa bulan lalu telah meresmikan koperasi merah putih, sekitar 80.000 koperasi sudah terbentuk struktur organisasinya yang tersebar di pedesaan di seluruh Indonesia.
Pertanyaannya apakah kelahiran lembaga perekonomian kerakyatan ini merupakan resetting terhadap sistem ekonomi yang telah kita anut selama ini..
Apakah ke depannya koperasi merah putih akan mampu menjadi tulang punggung dan urat nadi perekonomian Indonesia melalui pedesaan..
atau apakah hadirnya koperasi merah putih ini justru akan menjadi perpanjangan tangan kelompok-kelompok kapitalis untuk tetap memegang kendali perekonomian sampai ke desa-desa di Indonesia..
Tentu saja kita berharap bahwa hadirnya koperasi merah putih yang berbasis di desa-desa di seluruh Indonesia ini akan menjadi tulang punggung perekonomian kerakyatan dan sekaligus akan mampu mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui pedesaan.
Yang kita pertanyakan apa saja yang akan menjadi core bisnis koperasi merah putih ini di desa-desa ini.. dan apakah struktur pengurus baik badan pengawas, badan pengurus koperasi dan manajer koperasi tersebut sudah dibekali ilmu pengetahuan terkait dengan peran dan fungsi koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia dan kemudian bagaimana manajemen koperasi itu dijalankan agar koperasi tidak menjadi arena Bancakan kelompok koruptif kue ekonomi yang diberikan oleh negara untuk permodalan koperasi itu atau menjadi ladang korupsi baru dan menciptakan koruptor-koruptor kecil di pedesaan pedesaan.
Oleh karena itu setelah terbentuknya badan hukum dan struktur organisasi koperasi ini artinya sudah ada badan pengawasnya sudah ada badan pengurusnya dan kemudian sudah ada badan pengelola atau manajer koperasi serta keanggotaan koperasinya.
Selanjutnya para pengurus badan pengawas dan badan pengelola koperasi itu harus juga dibekali dengan ilmu pengetahuan dan manajemen koperasi,
kalau tidak dibekali dengan ilmu dan pengetahuan maka seberapa banyak pun koperasi didirikan dia tidak akan mampu untuk mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan anggotanya.
Koperasi merupan prinsip demokrasi ekonomi Indonesia dan telah dicanangkan oleh bapak koperasi Indonesia Muhammad Hatta bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian dari anggota oleh anggota dan untuk anggota, Sehingga koperasi harus mampu menghadirkan dan mendorong kesejahteraan bagi anggotanya.
koperasi harus dikelola secara profesional dan harus menjadi bagian yang penting dan strategis dalam upaya menjadikan desa sebagai lumbung pangan nasional dan koperasi harus hadir menjadi soko guru ekonomi di pedesaan untuk membangun ekonomi nasional di tengah-tengah keserakahan kaum kapitalis yang menganut paham ekonomi liberal dan tidak mempunyai konsep sosial ekonomi sama sekali atau para pengusaha yang serakah dan tidak peduli dengan persoalan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan rakyat.
Serakahnomics ini harus dilawan dengan sistem koperasi yang dikelola oleh orang-orang baik orang-orang yang punya integritas dan orang-orang yang profesional sehingga koperasi diharapkan akan mampu mengejahwantakan amanat undang-undang dasar 45 terutama pasal 33 terkait dengan ekonomi dan pengelolaan sumber-sumber ekonomi negara digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bagi rakyat.
Jika desa mampu berdaya maka kita yakin Indonesia bisa menjadi sejahtera saya kira strategi pembangunan ekonomi yang berbasis kepada ekonomi kerakyatan yang tidak hanya slogan tetapi terimplementasi dalam kerja kerja nyata pemerintah akan mampu meningkatkan pendapatan domestik ekonomi nasional saya meyakini jika pemerintah mampu menggerakkan sektor ekonomi pedesaan yang sebagian besar adalah ekonomi pertanian maka Indonesia akan menuju kemandirian ekonomi.
Dan saya meyakini bahwa hadir dan berdirinya koperasi merah putih di 80.000 desa di Indonesia itu akan mampu memperkuat basis ekonomi Indonesia secara kolektif dan koligial di tengah berbagai macam perang tarif dan kebijakan ekonomi internasional.
Kita memahami struktur industri dan perekonomian kita mempunyai daya saing yang masih cukup lemah diplomasi perdagangan internasional kita yang juga masih lemah dan banyak dipengaruhi oleh berbagai macam konflik di berbagai penjuru dunia serta melemahnya kondisi makro dan mikro perekonomian nasional yang berbasis pada industri barang dan jasa saat ini akan mampu diatasi atau di dongkrak oleh koperasi merah putih tersebut jika dalam pengelolaannya betul-betul dilakukan oleh orang-orang yang profesional dan orang-orang yang berintegritas.












