JAKARTA, JARINGANNASIONAL.COM – Family Rantau Okus (FRO) resmi merombak total struktur kepengurusannya melalui mekanisme Musyawarah Besar (Mubes) Luar Biasa. Langkah strategis ini diambil dalam rapat konsolidasi rutin yang digelar di Markas Besar FRO, Rusunawa Rawa Buaya, Jakarta Barat.
Rapat yang awalnya beragenda konsolidasi rutin tersebut berkembang menjadi rapat luar biasa setelah disepakati oleh anggota yang hadir. Pertemuan ini dinyatakan kuorum karena dihadiri oleh lebih dari sepertiga pengurus, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Dalam keputusan mubes tersebut, kepengurusan lama resmi dinyatakan demisioner. Forum kemudian secara aklamasi memilih dan menetapkan jajaran kepengurusan baru, di mana Hefni Adib mandat sebagai Ketua Umum, Zulkarnain sebagai Sekretaris, dan Sri Yanti sebagai Bendahara. Selanjutnya diamanatkan ketua umum terpilih untuk membentuk struktur kepengurusan yang baru.
Fokus Benahi Legalitas dan Struktur
Rapat dibuka langsung oleh Ketua Umum demisioner, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi arahan dari Dewan Penasihat FRO, Saprion. Dalam motivasinya, Saprion meminta seluruh pengurus untuk tetap semangat menjaga marwah organisasi.
”Semoga ke depan FRO bisa menjadi lebih baik dan tertata dengan lebih rapi,” ujar Saprion.
Sementara itu, Zulkarnain selaku Sekretaris terpilih, menyoroti pentingnya kepastian hukum bagi jalannya roda organisasi ke depan. Ia menekankan bahwa pembenahan legalitas pasca-perubahan kepengurusan harus menjadi prioritas utama.
”FRO harus segera membenahi legalitas karena adanya perubahan kepengurusan ini. Hal tersebut penting agar pengurus baru memiliki pijakan yang kuat dalam melakukan berbagai kegiatan, sehingga tidak ada keraguan dalam mengambil langkah,” tegas Zulkarnain.
Pandangan tersebut sejalan dengan instruksi ketua terpilih yang meminta agar perubahan struktur organisasi segera dirampungkan demi kelancaran konsolidasi internal.
Menjaga Solidaritas di Tengah Dinamika
Dukungan penuh juga mengalir dari para tokoh senior FRO. Kanda Nahar, salah satu tokoh organisasi, mengibaratkan FRO seperti sebuah perahu yang sudah siap berlayar.
”Kita sudah ada penumpang, ada nakhoda, sudah lengkap. Tinggal kita jalankan saja perahunya. Saat ini FRO sudah berjalan. Dalam organisasi sosial seperti ini, adanya anggota yang aktif maupun yang sedang berhalangan adalah hal biasa dalam dinamika organisasi. Saya mendukung penuh semua upaya untuk membesarkan FRO,” ungkap Kanda Nahar.
Senada dengan hal tersebut, kanda Guntar, perwakilan pengurus lainnya, mengajak seluruh elemen organisasi untuk saling bahu-membahu. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan agar tali silaturahmi antar-pengurus dan anggota tetap berjalan erat demi kemajuan bersama.
Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, FRO optimistis dapat bergerak lebih lincah dan memberikan dampak sosial yang lebih besar bagi masyarakat. Dalam pertemuan ini juga disepakati program pengadaan Ambulance, utuk dipergunakan oleh masyarakat Oku Selatan yang ada di Jabodetabek dengan Skema Sumbangan bersama baik masyarakat oku Selatan di Jabodetabek maupun donatur yang ingin ikut berpartisipasi mengujudkan mimpi adanya Ambulance utuk masyarakat oku Selatan yang ada di Jabodetabek. (Red/jn).













