JAKARTA, jaringannasional.com — Penulis buku Kang Dedi Mulyadi Kapan Jadi Presiden, Ahmad Bahar, mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), untuk memberikan perhatian dan bantuan hukum terhadap putrinya, Ilma Sani Fitriana. Ilma diduga menjadi korban penculikan dan persekusi oleh oknum ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB).
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Bahar usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya terkait peretasan nomor telepon seluler miliknya. Peretasan tersebut diduga berkaitan erat dengan laporan polisi mengenai dugaan penculikan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap putrinya pada 14 Mei 2026 lalu.
”Sebagai warga Jawa Barat, kami berharap Kang Dedi Mulyadi memiliki kepedulian dan empati terhadap kasus persekusi yang menimpa warga warganya, khususnya seorang perempuan,” ujar Ahmad Bahar usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (13/8/2026).
Ahmad Bahar menyinggung langkah KDM yang sebelumnya sempat viral terkait aksi responsif terhadap kasus kriminalitas jalanan. Ia berharap komitmen serupa ditunjukkan dalam mengawal proses hukum kasus yang melibatkan putrinya, termasuk mendorong pihak kepolisian bertindak tegas terhadap para pelaku.
Ia menilai, ketegasan dan kepedulian pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari aksi kejahatan akan menjadi rekam jejak positif bagi kepemimpinan KDM di Jawa Barat.
Rencana Peluncuran Buku
Di samping penanganan kasus hukum yang sedang berjalan, Ahmad Bahar mengonfirmasi akan tetap meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Kang Dedi Mulyadi Kapan Jadi Presiden.
Acara peluncuran buku tersebut dijadwalkan berlangsung pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, berlokasi di Galeri Penyawangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut rencananya akan menghadirkan pengamat politik Heru Subagja bersama Ahmad Bahar selaku penulis buku.(Red/JN)*












