Jaringannasional.com [ MAGETAN [ – Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, mengajak jajaran Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Magetan untuk memperluas peran mereka di masyarakat. Tidak hanya sebagai wadah syiar agama, BKMT diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menjaga moralitas generasi muda hingga kebersihan lingkungan.
Hal tersebut ditegaskan Kang Suyat saat menghadiri Pelantikan Pengurus BKMT Kabupaten Magetan di Pendapa Surya Graha, Rabu (29/4/2026). Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan TNI/Polri.
Dalam arahannya, Kang Suyat menaruh perhatian serius pada minimnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas di tempat ibadah. Ia mencermati fenomena masjid-masjid di perdesaan yang kini mayoritas hanya diisi oleh jemaah lanjut usia.
”Urusan agama, khususnya salat berjemaah di masjid, adalah pondasi karakter. Saya menitipkan pesan kepada ibu-ibu BKMT agar aktif mengajak anak-anak kembali ke masjid. Bekal agama yang kuat pada pemuda akan melahirkan kesalehan sosial di masa depan,” ujar Kang Suyat.
Selain masalah moralitas, Wabup juga menyentil persoalan yang sering luput dari perhatian, yakni kebersihan fasilitas sanitasi di tempat ibadah. Ia menyoroti kondisi toilet dan tempat wudu di sejumlah mushola desa yang dinilai kurang terawat.
Secara khusus, beliau mengusulkan agar BKMT memelopori Gerakan Resik-Resik Toilet Tempat Ibadah. Menurutnya, kenyamanan tempat ibadah sangat bergantung pada kebersihan fasilitas pendukungnya agar jamaah bisa beribadah dengan tenang dan suci.
Menutup sambutannya, Kang Suyat mengaitkan peran BKMT dengan upaya mitigasi bencana. Mengaca pada musibah banjir yang sempat melanda beberapa wilayah di Magetan, ia mengingatkan bahwa penyumbatan drainase seringkali dipicu oleh perilaku buang sampah sembarangan, termasuk limbah pertanian.
Ia meminta anggota BKMT menjadi agen perubahan dengan mengedukasi warga agar tidak membuang limbah panen, seperti jerami atau batang kacang, ke saluran irigasi.
”Limbah pertanian yang dibuang ke sungai atau drainase menjadi pemicu utama penyumbatan arus air. Mari kita jaga lingkungan kita bersama agar bencana serupa tidak terulang,” pungkasnya.












