Jaringannasional.com [ JAKARTA ] – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menjajaki kolaborasi strategis dengan Pemerintah Negara Bagian Kelantan, Malaysia, mencakup sektor pariwisata, kesehatan, hingga pelestarian budaya. Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Menteri Besar Kelantan, Mohd Nassuruddin Daud, di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/5).
Konektivitas Udara dan Potensi Ekonomi
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Bharu. Langkah ini diproyeksikan mulai beroperasi pada 16 Juni 2026 mendatang.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa konektivitas ini akan membuka keran investasi dan perdagangan yang lebih besar, mengingat Jakarta merupakan pusat aglomerasi dengan populasi mencapai 42 juta jiwa.
”Jakarta akan menjadi destinasi baru bagi warga Kelantan, begitu pula sebaliknya. Besok, 14 Mei, kita juga akan menyambut gelaran ‘Kelantan Day’ di Jakarta sebagai bagian dari promosi tersebut,” ujar Pramono.
Selain aspek transportasi, Pemprov DKI melihat peluang besar dalam sektor wisata medis. Pramono menyebut Kelantan dapat menjadi alternatif baru bagi warga Jakarta yang selama ini kerap berobat ke wilayah lain di Malaysia seperti Penang.
Beberapa poin kolaborasi yang disepakati meliputi:
Sektor Kesehatan: Penawaran layanan medis berkualitas dengan biaya kompetitif.
Pariwisata: Promosi wisata alam, kuliner, dan wisata religi berbasis pondok pesantren di Kelantan.
Pelestarian Sejarah: Penelitian dan penggalian bersama naskah-naskah Melayu kuno yang menjadi warisan sejarah kedua wilayah.
Pendidikan: Pertukaran program edukasi dan budaya secara lintas wilayah.
Menteri Besar Kelantan, Mohd Nassuruddin Daud, menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, letak geografis Kelantan yang berbatasan langsung dengan Thailand memberikan nilai tambah bagi wisatawan maupun investor dari Jakarta.
”Kami datang untuk mempromosikan Kelantan, terlebih dengan adanya penerbangan langsung per Juni nanti. Kelantan memiliki sejarah panjang dalam pendidikan Islam dan menawarkan pengalaman wisata yang unik,” jelas Mohd Nassuruddin.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal bagi hubungan bilateral tingkat daerah yang berkelanjutan, menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di kedua belah pihak.
Editor: Nizar. Sumber: Humas DKI Jakarta












