Perkuat Pertahanan dan Ekonomi, Pangdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Brigif-Yonif TP di Magetan

Jaringannasional.com [ ​MAGETAN ] – Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, M.A., melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan Markas Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Selasa (26/5/2026). Selain memantau kesiapan infrastruktur militer, proyek ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat setempat.

​Dalam arahannya di hadapan jajaran Forkopimda Magetan dan pihak Administratur Perhutani, Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan bahwa pembentukan satuan baru ini mengemban misi ganda. Selain memperkokoh sistem pertahanan wilayah, kehadiran prajurit di sektor tersebut juga diorientasikan untuk menyokong program strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

​”Berkaca dari proyek-proyek sebelumnya, kehadiran TNI Angkatan Darat di daerah terbukti membawa stimulus positif yang signifikan. Kami optimis kehadiran satuan baru di Desa Mategal ini akan langsung menghidupkan dan mempercepat perputaran ekonomi warga sekitar,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin.

​Target Rampung Pertengahan Juli

​Pihak Kodam V/Brawijaya menargetkan pembangunan fasilitas barak militer dapat rampung pada pertengahan Juli 2026. Sarana tersebut nantinya akan langsung ditempati oleh sekitar 600 prajurit TNI.

​Proyek berskala besar ini merupakan realisasi dari program strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang diintegrasikan bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI serta jajaran TNI sebagai bentuk komitmen negara dalam mendorong kesejahteraan daerah.

​Solusi Humanis Terkait Lahan Pertanian Warga

​Menanggapi keresahan masyarakat mengenai status lahan pertanian yang masuk dalam kawasan pembangunan, Pangdam V/Brawijaya memastikan jajarannya mengedepankan pendekatan yang humanis. Karena proses konstruksi dilakukan secara bertahap, warga setempat masih diizinkan memanfaatkannya untuk bercocok tanam.

​”Masyarakat tetap diperbolehkan mengolah lahan tersebut, dengan catatan harus terus membangun koordinasi yang intensif bersama pihak otoritas Brigif dan Yonif TP,” jelas Pangdam.

​Pemkab Magetan Sambut Positif

​Rencana ekspansi pusat teritorial ini mendapatkan apresiasi serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Bupati Magetan menyatakan rasa optimisnya terhadap dampak domino yang akan dihasilkan dari pembangunan markas militer di wilayah Kecamatan Parang ini.

​”Pemerintah daerah sangat menyambut baik proyek ini. Kami yakin kehadiran ratusan prajurit di sini akan merangsang pertumbuhan sektor UMKM, menghidupkan pasar lokal, dan mempercepat akselerasi ekonomi masyarakat Magetan secara luas,” pungkas Bupati. (Red)