Tertibkan Kawasan Jalan Juanda, Wali Kota Bekasi Minta Pedagang Pasar Baru Masuk Area Pasar

BEKASI, JARINGANNASIONAL.COM — Pemerintah Kota Bekasi terus mematangkan proyek penataan kawasan Jalan Ir. H. Juanda dan Pasar Baru. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengimbau seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang masih bertahan di bahu jalan untuk segera menempati lapak resmi di dalam area pasar yang telah disediakan.

​Langkah ini diambil menyusul komitmen pemerintah daerah untuk mengurai benang kusut kemacetan dan kesemrawutan di pusat kota yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Tri menegaskan, kebijakan relokasi ini mengusung konsep penataan, bukan penggusuran yang mematikan hajat hidup para pedagang.

​”Pemerintah sudah menyiapkan tempat untuk berdagang di dalam pasar. Tujuannya bukan melarang pedagang mencari nafkah, tetapi menciptakan kawasan yang lebih tertib sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” kata Tri Adhianto dalam keterangannya, Senin (22/6).

​Cegah Intervensi Pihak Luar

​Kawasan Pasar Baru Bekasi dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Kota Patriot karena maraknya aktivitas dagang yang tumpah ke badan jalan, terutama pada pasar tumpah waktu subuh dan malam hari. Penertiban ini kerap memicu ketegangan horizontal karena melibatkan berbagai kepentingan di lapangan.

​Mengantisipasi hal tersebut, Tri mengingatkan agar tidak ada kelompok atau organisasi tertentu yang mencoba mengintervensi atau memanfaatkan situasi demi keuntungan sepihak, yang berpotensi menghambat program pemerintah.

​“Pemerintah ingin membangun kesadaran bersama bahwa fasilitas umum, trotoar, dan badan jalan harus digunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang justru menghambat upaya penataan yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

​Revitalisasi Infrastruktur Skala Besar

​Bukan sekadar memindahkan pedagang, Pemkot Bekasi saat ini juga tengah melakukan perbaikan infrastruktur secara paralel di sekitar kawasan Jalan Juanda. Pembenahan fisik tersebut meliputi:

​Pelebaran dan Perbaikan Trotoar: Mengembalikan hak pejalan kaki agar akses menuju pasar lebih ramah pedestrian.

​Normalisasi Saluran Drainase: Mengantisipasi banjir pencegah genangan air yang sering dikeluhkan pembeli saat musim hujan.

​Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU): Meminimalisir titik rawan kriminalitas dan meningkatkan estetika kota di malam hari.

​Melalui revitalisasi yang komprehensif ini, wajah Pasar Baru Bekasi yang selama puluhan tahun diidentikkan dengan kesan kumuh dan padat, ditargetkan bertransformasi menjadi pusat niaga yang bersih, aman, dan representatif bagi warga Kota Bekasi. Pemerintah berharap, area dalam pasar yang lebih rapi nantinya justru akan menyedot lebih banyak pembeli dan menaikkan omzet para pedagang secara berkelanjutan.(Red/JN)*