JAKARTA, jaringannasional.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempercepat penyelesaian proyek penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengantisipasi ancaman banjir luapan sungai, mencegah tanah longsor, sekaligus mengurai kawasan kumuh di wilayah tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa sisa pekerjaan fisik sepanjang kurang lebih 600 meter hingga ujung segmen akan dituntaskan tahun ini. Kepastian ini menyusul telah dialokasikannya anggaran kelanjutan proyek di dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026.
”Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi. Anggarannya sudah kita dialokasikan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan,” ujar Pramono saat meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu (1/7/2026).
Komprehensif: Dari Tanggul Hingga Jalan Inspeksi
Proyek penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan ini dirancang secara terintegrasi. Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di sisi kanan dan kiri sungai, lengkap dengan pemasangan dinding penahan banjir (parapet beton) mulai dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak–Jakarta.
Selain tanggul, Pemprov DKI juga membangun jalan inspeksi yang dilengkapi dengan trotoar. Keberadaan jalan inspeksi ini dinilai krusial untuk memudahkan mobilitas petugas dalam memantau kondisi sungai, mengangkut sedimen lumpur, serta membersihkan sampah yang berpotensi menyumbat aliran air.
Guna mencegah genangan di area sekitar, Dinas SDA DKI Jakarta turut membangun saluran gendong yang sejajar dengan sungai. Saluran ini berfungsi menampung limpasan air dari permukiman warga sebelum dialirkan ke sungai secara aman, sehingga tebing sungai tidak terbebani secara langsung. Rangkaian normalisasi ini dilakukan dengan tetap mempertahankan luas penampang Kali Grogol agar kapasitas tampungnya optimal saat curah hujan tinggi.
Dari “Zona Gelap” Menjadi Kawasan Tertata
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Pramono mengapresiasi kolaborasi apik antara Dinas SDA, DPRD DKI Jakarta, serta jajaran pemerintah kota yang berhasil mengubah wajah kawasan tersebut. Kemanggisan yang dulunya lekat dengan citra kumuh dan rawan banjir, kini mulai tertata rapi.
”Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” kenang Pramono.
Ia mengingatkan, sekitar lima tahun lalu kawasan Kemanggisan sempat dihantam banjir parah hingga merendam atap rumah warga. Oleh sebab itu, infrastruktur yang sedang dibangun ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga sekitar.
Meski pembangunan fisik segera rampung, Pramono mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru ada pada aspek perawatan. Ia memberikan instruksi tegas kepada Wali Kota Jakarta Barat beserta jajaran camat dan lurah setempat untuk mengawasi ketat kawasan tersebut pasca-proyek selesai.
Ia melarang keras adanya okupasi lahan atau berdirinya bangunan liar di sepanjang jalan inspeksi yang baru dibangun.
”Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama,” tutupnya (red/jn)* diskominfo DKI Jakarta













