JAKARTA, Jaringannasional.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) tengah menjajaki penguatan kolaborasi lintas sektor bersama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono. Langkah ini diambil guna memperkuat layanan rehabilitasi, pengembangan riset, serta mengantisipasi tren baru penyelundupan narkotika di Indonesia.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan audiensi antara Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan Dewan Pengawas RS PON sekaligus Tenaga Ahli Kementerian Kesehatan, dr. Nizar Yamanie, pada Kamis (16/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Kepala BNN di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan tersebut, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat teras BNN. Di antaranya adalah Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN, Plt. Deputi Rehabilitasi BNN, serta Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN.
Ancaman Narkotika Cair pada Vape
Selain membahas penguatan program rehabilitasi dan riset bersama, kedua belah pihak menaruh perhatian serius terhadap maraknya penyalahgunaan narkotika jenis cair yang disisipkan ke dalam cairan rokok elektrik (vape).
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi ancaman nyata karena popularitas vape yang kian meningkat pesat di masyarakat, bahkan sudah merambah ke kalangan remaja dan pelajar.
“Fenomena narkotika cair yang dicampurkan ke dalam vape menjadi perhatian serius mengingat saat ini penggunaan vape semakin masif, bahkan di kalangan pelajar,” ujar Suyudi.
Berdasarkan data dan temuan di lapangan, BNN mengonfirmasi adanya sejumlah kasus cairan vape yang positif mengandung etomidate. Senyawa ini merupakan obat anestesi medis yang memiliki efek samping sangat berbahaya bagi kesehatan saraf dan otak jika disalahgunakan tanpa pengawasan dokter.
Suyudi menambahkan, beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura bahkan sudah mengambil langkah tegas dengan menerapkan larangan total terhadap penggunaan rokok elektrik demi melindungi warganya.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Kepala BNN RI menyatakan komitmennya untuk segera menjadwalkan audiensi resmi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam waktu dekat.
Langkah ini dinilai krusial untuk membangun sinergi komprehensif antarkementerian dan lembaga. Dengan kolaborasi yang solid, pemerintah diharapkan dapat bergerak lebih cepat dan taktis dalam menghalau modus-modus baru peredaran gelap narkotika yang terus bertransformasi.
Editor: Nizar
Sumber: Humas BNN













