Jaringannasional.com – Aceh Timur.
Kawasan Semali, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, kembali diguncang insiden ledakan dan kebakaran sumur minyak tradisional. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.
Kobaran api terlihat menjulang tinggi di tengah gelapnya malam. Asap tebal membumbung ke udara dan membuat warga di sekitar lokasi panik. Rekaman video yang diterima kontributor memperlihatkan dahsyatnya kobaran api dari titik yang diduga merupakan kawasan sumur minyak tradisional.
Besarnya api kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, kawasan Ranto Peureulak bukan kali pertama menghadapi insiden serupa.TRAGEDI BERULANG, PERTANYAAN TAK KUNJUNG TERJAWABRanto Peureulak memiliki sejarah panjang aktivitas sumur minyak tradisional sekaligus rentetan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.
Pada April 2018, ledakan dan kebakaran di Gampong Pasir Putih menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai puluhan lainnya.Insiden kembali terjadi pada Maret 2022 dan dilaporkan menyebabkan satu orang meninggal dunia.Kini, peristiwa kembali terjadi di Semali.Lalu, apa yang sebenarnya belum dibenahi?
Jika risiko ledakan dan kebakaran sudah diketahui sejak bertahun-tahun lalu, mengapa aktivitas berisiko tinggi tersebut masih terus berlangsung?SUMUR MINYAK TRADISIONAL: SUMBER EKONOMI ATAU BOM WAKTU?
Aktivitas minyak tradisional memang menjadi sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat. Namun di balik nilai ekonominya terdapat ancaman keselamatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Tanpa standar keselamatan yang memadai, proses pengeboran, pengangkatan minyak, penyimpanan maupun pengolahan dapat menjadi titik rawan terjadinya kebakaran dan ledakan.Karena itu, insiden Semali semestinya tidak berhenti sebagai berita kebakaran.
Pemerintah dan aparat terkait perlu membongkar persoalan ini secara menyeluruh.Mulai dari pendataan sumur, status pengelola, prosedur pengeboran, standar keselamatan kerja, pengawasan lapangan hingga potensi dampaknya terhadap permukiman masyarakat.
PUBLIK MENUNGGU JAWABANSejumlah pertanyaan kini layak diajukan kepada pihak berwenang:
Siapa pengelola sumur yang terbakar?Apakah lokasi tersebut berada dalam pengawasan instansi terkait?Apakah prosedur keselamatan telah diterapkan?Apa penyebab ledakan?
Apakah sebelumnya pernah ada laporan mengenai kondisi berbahaya di lokasi tersebut?Dan yang paling krusial:Mengapa kecelakaan serupa terus berulang di kawasan Ranto Peureulak?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara transparan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi setelah bencana terjadi.JANGAN SAMPAI MENUNGGU KORBANHingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi resmi mengenai penyebab pasti ledakan, kemungkinan korban jiwa maupun luka-luka, serta kerugian material.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pengamanan lokasi dan memastikan tidak ada potensi ledakan susulan yang dapat membahayakan masyarakat.
Lebih dari itu, insiden Semali harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi total terhadap aktivitas sumur minyak tradisional di Ranto Peureulak.
Sebab jika persoalan hanya ditangani ketika api sudah berkobar, maka masyarakat kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama:Haruskah korban kembali berjatuhan sebelum keselamatan benar-benar menjadi prioritas?
YB / Kontributor Ikramullah












