Sosial  

Berawal dari Pengabdian Sosial, RAB Mantapkan Langkah di Pilkades Sukamakmur.

Jaringannasional.com – Bekasi.

Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu lahir dari panggung politik. Terkadang, ia tumbuh dari langkah-langkah sederhana: hadir ketika warga membutuhkan, mendengar persoalan masyarakat, dan bergerak tanpa banyak janji.

Semangat itulah yang kini dibawa pasangan Reno dan Abu Bakrin (RAB) dalam momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.Jauh sebelum masuk dalam kontestasi politik desa, keduanya dikenal aktif membangun kepedulian melalui kegiatan sosial dan wadah paguyuban masyarakat.

Dari aktivitas tersebut, Reno dan Abu Bakrin berupaya membangun kedekatan dengan warga sekaligus memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dari dekat.Bagi RAB, pengabdian bukan sekadar slogan. Kepedulian harus dibuktikan melalui tindakan nyata.

Membantu masyarakat, terlibat dalam kegiatan sosial, serta membuka ruang komunikasi dengan warga menjadi bagian dari perjalanan yang mereka jalani. Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal sosial ketika keduanya memutuskan untuk mengambil langkah lebih jauh dalam pembangunan desa.

Kini, melalui Pilkades Sukamakmur, pasangan RAB membawa semangat “pengabdian yang lebih besar”.“Pengabdian kecil yang selama ini dilakukan menjadi sebuah pembelajaran dan bukti bahwa perubahan harus dimulai dari kepedulian.

Hari ini, kami ingin melangkah untuk pengabdian yang lebih besar bersama seluruh masyarakat.”Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa pencalonan RAB tidak ingin sekadar dipandang sebagai perebutan posisi kepala desa.

Mereka ingin menjadikan kontestasi tersebut sebagai ruang untuk menawarkan gagasan dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi tentang seberapa jauh seorang calon mampu memahami persoalan warga dan menawarkan solusi yang realistis.Di tengah dinamika Pilkades Sukamakmur, rekam jejak sosial dan kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu aspek yang akan diuji.

Sebab, setelah proses pemilihan berakhir, tantangan sesungguhnya justru dimulai: bagaimana memenuhi harapan masyarakat, memperbaiki tata kelola pemerintahan desa, serta memastikan pembangunan benar-benar dirasakan warga.

Pasangan RAB menyatakan ingin membangun Desa Sukamakmur dengan mengedepankan kebersamaan, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat.Harapannya, demokrasi desa tidak berhenti pada pencoblosan, tetapi menjadi pintu masuk menuju pemerintahan desa yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dari kepedulian sosial, tumbuh pengabdian. Dari pengabdian, lahir keberanian untuk melangkah. Kini RAB membawa langkah itu ke Pilkades Sukamakmur—dengan satu harapan: mengabdi, membangun, dan tumbuh bersama masyarakat.

Yusup Bahtiar