Jaga Jakarta On The Spot:Polisi Datang Bukan Bawa Tilang, Melainkan Bawa Telinga: Aspirasi Warga Pekayon Diserap

BEKASI — Keamanan lingkungan tak selalu dimulai dari sirene patroli.

Di Pekayon Jaya, Kota Bekasi, polisi memilih datang, duduk, mendengar, lalu berdialog langsung dengan warga.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui program Jaga Jakarta On The Spot yang digelar di Kampung Pekayon, RT 001/RW 002, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (6/9/2026).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekayon Jaya Polsek Bekasi Selatan, AIPTU Muhtar Yahya Gunawan, turun langsung menyambangi warga.

Kegiatan itu tidak berhenti pada rutinitas sambang, tetapi diarahkan menjadi ruang komunikasi untuk menyerap aspirasi, keluhan, saran, sekaligus informasi mengenai dinamika keamanan di lingkungan masyarakat.

Di hadapan warga, Muhtar menyampaikan edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama kepada para orang tua.

Pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja menjadi salah satu perhatian, menyusul berbagai potensi kerawanan seperti tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, hingga penggunaan media sosial yang tidak terkendali.

“Jaga Jakarta On The Spot merupakan bentuk kehadiran Polri secara langsung di tengah masyarakat.

Kami ingin mendengar apa yang menjadi aspirasi dan kekhawatiran warga, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua,” ujar Muhtar.

Orang Tua Jadi Garda Pertama
Menurut Muhtar, pencegahan gangguan kamtibmas tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian.

Keluarga memiliki posisi penting sebagai benteng pertama dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak.

Karena itu, orang tua diminta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan anak, termasuk mengetahui lingkungan pergaulan dan aktivitas mereka di ruang digital.

“Kami mengajak para orang tua untuk lebih aktif berkomunikasi dan mengawasi pergaulan anak.

Jangan sampai penggunaan media sosial justru menjadi pintu masuk bagi ajakan tawuran, penyalahgunaan narkoba, atau kejahatan lainnya,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah pola interaksi anak muda yang semakin banyak berlangsung di ruang digital.

Informasi, ajakan, hingga provokasi dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi berujung pada gangguan keamanan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Warga Diminta Tak Menunggu Gangguan Membesar
Dalam kesempatan yang sama, Muhtar mengajak masyarakat tidak menjadi penonton ketika menemukan tanda-tanda gangguan keamanan di lingkungannya.

Warga diminta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau membutuhkan bantuan.

“Apabila masyarakat melihat sesuatu yang mencurigakan atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk melaporkannya.

Call Center Polri 110 dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi cepat dengan kepolisian,” jelasnya.

Bagi kepolisian, pola komunikasi semacam itu menjadi bagian dari deteksi dini.

Informasi yang muncul dari warga dapat menjadi bahan pemetaan kerawanan sekaligus dasar untuk menentukan langkah pencegahan.

Polisi Hadir, Warga Ikut Mengawal
Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Pekayon Jaya menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan semata perkara seberapa sering polisi berpatroli, tetapi juga seberapa terbuka komunikasi antara aparat dan masyarakat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, sekaligus memastikan persoalan keamanan tidak selalu menunggu menjadi kejadian sebelum ditangani.

Dari Pekayon Jaya, pesan yang disampaikan sederhana: polisi tidak bisa menjaga lingkungan sendirian.

Ketika warga mau berbicara dan peduli, potensi gangguan dapat dikenali lebih awal sebelum berubah menjadi persoalan yang lebih besar.