BEKASI — Unggahan di media sosial tentang kondisi sepasang lansia di Kalibaru, Bekasi, mendapat respons cepat dari pemerintah.
Dinas Sosial bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Puskesmas turun langsung mengunjungi keduanya untuk memastikan kebutuhan serta akses bantuan sosial mereka.
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kelurahan Kalibaru, Jumadi, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan setelah informasi mengenai kondisi kakek dan nenek itu beredar di media sosial.
“Ya, tadi saya bersama orang Dinsos, PSM, dan Puskesmas sudah mengunjungi kakek dan nenek tersebut,” ujar Jumadi, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, Dinas Sosial juga memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan dalam informasi yang beredar di media sosial.
Langkah tersebut menjadi bentuk respons pemerintah terhadap kondisi warga yang membutuhkan perhatian.
“Alhamdulillah Dinsos gercep,” kata Jumadi.
Tak berhenti pada pemberian bantuan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap dokumen kependudukan dan kepesertaan layanan kesehatan milik sang kakek.
Hasil pemeriksaan menunjukkan KTP dan Kartu Sehat yang dimiliki masih aktif sehingga akses terhadap berbagai program bantuan dan layanan sosial tetap dapat digunakan.
“Dicek KTP dan Kartu Sehat kakek tersebut.
Aktif semua. Semua bantuan dapat,” ujar Jumadi.
Di lapangan, pendampingan juga melibatkan PSM Kelurahan Kalibaru serta unsur lingkungan setempat.
Jumadi menjelaskan, anggota PSM yang mengenakan gamis turut mendampingi kunjungan tersebut, sementara perempuan berkerudung biru dalam kegiatan itu merupakan ketua RT setempat.
Perhatian dari lingkungan sekitar pun disebut terus berjalan. Ketua RT, kata Jumadi, turut memperhatikan kondisi warganya, termasuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpantau.
Sehari sebelum kunjungan tersebut, keluarga lansia itu juga telah menerima bantuan beras sebanyak tiga karung.
Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesejahteraan warga tidak semata berhenti pada bantuan sesaat.
Verifikasi data, pendampingan sosial, akses layanan kesehatan, serta perhatian dari lingkungan menjadi bagian penting agar warga yang membutuhkan tidak luput dari jangkauan pelayanan publik.
Di tengah derasnya informasi di media sosial, kasus ini sekaligus memperlihatkan satu hal sederhana: ketika informasi warga bergerak cepat, respons pemerintah dan kepedulian lingkungan dituntut bergerak lebih cepat pula.













