MAGETAN, jaringannasional.com — Suasana haru mewarnai penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Secata Rindam V/Brawijaya, Magetan, Rabu (9/9/2026).
Momen emosional terjadi ketika sekitar 1.300 mantan siswa tamtama akhirnya bertemu dengan keluarga masing-masing setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pelatihan sebagai calon prajurit TNI AD.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, turut hadir menyaksikan upacara penutupan pendidikan tersebut. Upacara dipimpin Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Mayjen Rudy Saladin menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para mantan siswa menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, serta kerja keras.
Ia juga mengingatkan para prajurit bahwa dukungan dan doa keluarga, khususnya orang tua, menjadi bagian penting dalam perjalanan hingga mereka mampu menyelesaikan pendidikan.
“Kepercayaan yang diberikan negara kepada kalian merupakan kehormatan yang harus dilakukan dengan penuh integritas dan dedikasi yang tinggi,” ujar Rudy.
Menurutnya, peningkatan kekuatan TNI AD harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, karakter, dan profesionalisme. Karena itu, pendidikan prajurit menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan personel yang mampu menjalankan tugas secara optimal.
Rudy berpesan agar para prajurit menjadikan pengetahuan dan kemampuan teknis yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal dalam menjalankan tugas ke depan.
Ia menegaskan, berakhirnya pendidikan bukan berarti berakhirnya proses pembentukan diri sebagai prajurit.
“Penutupan pendidikan ini bukan akhir perjalanan, melainkan langkah awal dalam pengabdian,” katanya.
Para prajurit juga diminta terus mengembangkan kemampuan, memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri, serta menjaga kedisiplinan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Rudy mengingatkan bahwa berbagai tantangan yang akan dihadapi merupakan bagian dari proses membentuk karakter dan profesionalisme seorang prajurit.
Usai rangkaian upacara, suasana haru semakin terasa ketika para mantan siswa menanti kedatangan keluarga. Pertemuan setelah menjalani pendidikan menjadi momen yang penuh emosional bagi prajurit maupun keluarga yang hadir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah tamu undangan.
Red/JN *sumber Prokopimmagetan












