JAKARTA — jaringannasional.com -Sepak bola tak selalu berujung pada perebutan angka.
Di Lapangan Mini Soccer Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026) malam, bola justru menjadi medium untuk mempererat komunikasi antara kepolisian dan komunitas suporter.
Polres Metro Jakarta Pusat bersama The Jakmania Korda/Korwil Jakarta Pusat menggelar pertandingan sepak bola persahabatan. Laga tersebut mempertemukan jajaran kepolisian dengan perwakilan The Jakmania dari sejumlah wilayah di Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, pertandingan persahabatan itu tidak semata-mata menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga ruang membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan komunitas suporter.
Menurut dia, interaksi secara langsung diperlukan untuk menjaga hubungan yang positif sekaligus memperkuat komunikasi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Pertandingan tersebut turut dihadiri Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana, para pejabat utama Polres Metro Jakarta Pusat, serta kapolsek jajaran.
Setelah pertandingan berakhir, suasana kebersamaan berlanjut melalui sesi foto bersama dan makan bersama. Lapangan yang sebelumnya menjadi tempat bertanding pun berubah menjadi ruang perjumpaan informal antara aparat dan suporter.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hubungan antara kepolisian dan komunitas suporter perlu terus dirawat melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif.
“Sepak bola dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan. Kami berharap hubungan yang sudah terjalin dengan The Jakmania terus dijaga sehingga bersama-sama dapat berkontribusi menciptakan situasi yang aman dan tertib,” ujar Budi.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara aparat dan komunitas suporter tidak hanya berlangsung ketika pertandingan digelar.
Di luar atmosfer kompetisi, ruang dialog dan kebersamaan tetap dibutuhkan agar hubungan kedua pihak berjalan secara positif.
Kali ini, peluit bukan penanda persaingan. Ia menjadi tanda bahwa komunikasi juga bisa dimulai dari lapangan.












