MENJAGA DAMAI DI HARI PEMILIHAN KEPALA DESA SERENTAK

BEKASI | jaringannasional.com — Hari ini, Ahad, 20 September 2026, menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Sebanyak 154 desa melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak. Masyarakat datang ke tempat pemungutan suara untuk menentukan siapa yang akan menerima mandat memimpin desa mereka untuk periode berikutnya.

Hari ini bukan lagi waktunya untuk berkampanye. Ini adalah saatnya menjaga, mengawasi, dan memastikan seluruh tahapan pemilihan berlangsung secara aman, tertib, jujur, dan damai.

Kepada seluruh calon, tim pendukung, saksi, serta masyarakat yang berada di tempat pemungutan suara, mari menurunkan tensi dan mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi, bukan alasan untuk saling bermusuhan.

Jangan biarkan intimidasi, tekanan, provokasi, maupun rasa takut mencederai hak konstitusional warga. Setiap suara merupakan amanah yang harus diberikan secara bebas berdasarkan hati nurani, tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Pada akhirnya, proses pemilihan adalah ikhtiar manusia. Bagi masyarakat yang meyakini nilai-nilai ketuhanan, terdapat kehendak Allah SWT di balik setiap ketetapan. Karena itu, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat rakyat hendaknya dipandang sebagai sosok yang menerima amanah untuk dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Kepada siapa pun yang kelak terpilih, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah penghitungan suara selesai. Kepemimpinan harus dijalankan dengan amanah, adil, transparan, dan cakap.

Jadilah pemimpin yang melayani, bukan sekadar ingin dilayani. Jadilah pemimpin yang menyatukan, bukan memecah belah. Bangun desa dengan tata kelola pemerintahan yang baik, lingkungan yang tertata, pelayanan publik yang adil, serta pembangunan yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Sementara bagi mereka yang belum mendapatkan mandat, terimalah hasil pemilihan dengan lapang dada. Dalam demokrasi, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses. Namun, persaudaraan sebagai sesama warga desa jauh lebih panjang nilainya dibandingkan kontestasi politik yang hanya berlangsung sesaat.

Karena itu, setelah pemungutan dan penghitungan suara selesai, mari kembali merajut persatuan. Desa bukan milik satu calon, satu kelompok, atau satu tim pendukung. Desa adalah rumah bersama yang pembangunannya membutuhkan gotong royong seluruh masyarakat.

Semoga seluruh rangkaian Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi berjalan aman, tertib, demokratis, dan bermartabat. Semoga para pemimpin desa yang terpilih mampu menjalankan amanah dengan menjunjung hukum, keadilan, serta kepentingan masyarakat.

Menang tanpa merendahkan, kalah tanpa memusuhi. Karena demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap dipertahankan.

Salam damai. Maju Desaku, Maju Bekasiku, Maju Indonesiaku.

— era_26

Redaktur.