Longsor Terjang Desa Tugu Bandung Sukabumi, Irigasi Jebol dan Dua Rumah dalam Bahaya.

Jaringannasional.com – Sukabumi.

Bencana tanah longsor melanda Kampung Cicadas RT 003/004, Desa Tugu Bandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/10/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut diduga memicu longsoran pada saluran irigasi Jaya Mekar, mengakibatkan lahan pertanian warga tertimbun dan dua rumah terdampak.

Berdasarkan laporan sementara Pemerintah Kecamatan Kabandungan, hujan deras terjadi sejak pukul 14.00 hingga 19.30 WIB. Kondisi tersebut diduga memperburuk kestabilan tanah hingga terjadi longsor pada area saluran irigasi dengan panjang sekitar 50 meter dan ketinggian mencapai 20 meter.

Situasi di lokasi menjadi perhatian karena ditemukan retakan tanah sepanjang kurang lebih 50 meter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.

Dampak longsor tidak hanya mengenai lahan pertanian milik warga. Bagian dapur sebuah rumah permanen dilaporkan tergerus material tanah, sedangkan satu rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

Sebanyak dua keluarga dengan total sembilan jiwa tercatat terdampak ancaman bencana tersebut. Beruntung, laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu.

Meski tidak menimbulkan korban manusia, kondisi bangunan dan tanah di sekitar lokasi tetap membutuhkan perhatian. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerawanan serta menentukan langkah pengamanan bagi warga yang tinggal di sekitar titik longsor.

Pemerintah Kecamatan Kabandungan bersama Pemerintah Desa Tugu Bandung telah melakukan asesmen awal. Koordinasi juga melibatkan Tagana Kabupaten Sukabumi, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Pramuka, serta unsur terkait lainnya.

Langkah awal tersebut dilakukan untuk mendata dampak kerusakan, mengidentifikasi kebutuhan warga, dan mengoordinasikan penanganan bencana.

Namun, berdasarkan laporan sementara, bantuan untuk warga terdampak belum didistribusikan. Sejumlah kebutuhan mendesak telah diusulkan, meliputi terpal, cangkul, sekop, gerobak dorong, bronjong, karung, makanan siap saji, paket sembako, perlengkapan mandi, dan peralatan dapur.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena warga tidak hanya membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dukungan peralatan guna menunjang penanganan darurat di lokasi longsor.

Retakan tanah sepanjang sekitar 50 meter menjadi salah satu indikator yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh petugas teknis. Pemantauan diperlukan untuk mengetahui apakah retakan tersebut mengalami perubahan dan apakah kondisi lereng masih berpotensi bergerak.

Penanganan tidak cukup hanya dengan mendata kerusakan. Keselamatan penghuni rumah yang terancam, kondisi saluran irigasi, serta kestabilan tanah di sekitar lokasi perlu menjadi perhatian dalam menentukan langkah berikutnya.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat mempercepat asesmen lanjutan, menyalurkan kebutuhan darurat sesuai hasil pendataan, serta mengkaji langkah pengamanan yang diperlukan.

Masyarakat setempat juga diminta tetap waspada ketika hujan deras turun dalam waktu lama. Apabila retakan tanah melebar atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah, warga perlu segera melapor kepada aparat desa maupun petugas penanggulangan bencana.

Peristiwa di Desa Tugu Bandung ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman longsor di tengah kondisi cuaca ekstrem. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, mengantisipasi longsor susulan, dan mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.

Dede