Jaringannasional.com – Sukabumi.
Kepedulian sejati kembali diperlihatkan oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sukabumi, Saefulloh, yang akrab disapa Dewan Badot. Bagi masyarakat, ia bukan sekadar pejabat publik, melainkan sosok yang mudah dijangkau, peka terhadap kesulitan warga, dan tak ragu turun langsung ketika dibutuhkan.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga almarhum Komarudin, warga Kampung Pamatutan RT 19/RW 07, Desa Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, kehadiran Dewan Badot menjadi penguat di saat harapan terasa redup. Almarhum sebelumnya sempat menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Namun Tuhan berkehendak lain. Ia berpulang, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Cobaan tak berhenti di situ. Di tengah rasa kehilangan, keluarga juga harus menghadapi beban tunggakan administrasi yang belum terselesaikan. Kondisi ini tentu menjadi tekanan tambahan, terlebih bagi keluarga sederhana yang tengah berjuang tegar menerima takdir. Mendapat informasi tersebut, Dewan Badot bergerak cepat. Tanpa protokoler berlebihan, tanpa sorotan yang dibuat-buat, ia hadir langsung ke rumah duka.
Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan untuk menutupi biaya tunggakan administrasi almarhum, sehingga seluruh proses penyelesaian administrasi hingga pemakaman dapat berjalan dengan lancar.“Kami hadir untuk masyarakat, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai wakil rakyat,” ujarnya dengan penuh ketulusan.
Bagi warga sekitar, tindakan ini bukan sekadar bantuan finansial. Kehadiran seorang wakil rakyat di tengah situasi sulit menjadi bukti nyata bahwa empati dan kepedulian masih menjadi nilai utama dalam kepemimpinan.
Ia tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, tetapi juga menghidupkan nilai kemanusiaan yang sesungguhnya.
Peristiwa di Kampung Pamatutan ini menjadi potret indah tentang gotong royong dan solidaritas. Tentang bagaimana satu tangan yang terulur mampu meringankan beban berat sebuah keluarga. Tentang bagaimana kepedulian kecil bisa menghadirkan ketenangan besar di tengah duka.
Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi kuat masyarakat Sukabumi. Ketika satu keluarga tertimpa musibah, yang lain datang menguatkan. Ketika kesedihan terasa menghimpit, hadir sosok yang memberi harapan.
Langkah yang dilakukan Dewan Badot diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak—bahwa jabatan adalah amanah, dan kekuasaan sejati terletak pada kemampuan untuk peduli.
Sebab pada akhirnya, kemajuan suatu daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan dari seberapa erat rasa persaudaraan dan solidaritas warganya terjalin.












