Jaringannasional.com – Sukabumi
Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (03/04/2026), memicu rangkaian bencana alam yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah desa. Tanah longsor, angin kencang, hingga sambaran petir menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.
Peristiwa pertama terjadi pada pukul 16.30 WIB di Desa Sukakersa. Tebing setinggi 6 meter longsor dan menutup jalan setapak sepanjang 16 meter, dengan lebar 1 meter.
Kondisi ini bahkan mengancam sebuah rumah yang dihuni lima jiwa.Memasuki sore hari, situasi kembali memburuk. Pada pukul 15.45 WIB, kejadian dilaporkan di Desa Sukatani.
Selang setengah jam kemudian, bencana serupa melanda Desa Parakansalak dan Lebaksari.Di Desa Parakansalak, lima rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin kencang.
Selain itu, akses jalan setapak terputus dan mengancam satu rumah berpenghuni empat jiwa.Sementara di Desa Lebaksari, tiga rumah warga juga mengalami kerusakan atap.
Di Desa Sukatani, sebuah musala di Kampung Pasir Muncang tersambar petir, meski tidak menimbulkan korban jiwa.Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Pemerintah Bergerak Cepat, Penanganan Dilakukan TerpaduMenghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Parakansalak langsung bergerak cepat. Bersama unsur Forkopimcam, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Tagana, serta perangkat desa, penanganan awal dilakukan secara terpadu.
Langkah-langkah darurat seperti asesmen lokasi, pengamanan wilayah rawan, hingga pemetaan kebutuhan warga dilakukan tanpa menunggu waktu lama. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan situasi tetap terkendali.
Meski akses jalan masih bisa dilalui dan rumah warga sebagian besar masih layak huni, kewaspadaan terus ditingkatkan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai.
Kepedulian Nyata dari Desa: Pemimpin Turun Langsung ke LapanganDi tengah situasi darurat, kepedulian nyata ditunjukkan oleh Kepala Desa Sukakersa, H. Deden Deni Wahyudi, SE, yang turun langsung ke lokasi bencana sejak awal kejadian.Ia tidak hanya memantau, tetapi juga memimpin langsung penanganan di lapangan.
Mulai dari memastikan keselamatan warga, mengoordinasikan pembersihan material longsor, hingga menggerakkan perangkat desa dan relawan untuk membantu warga terdampak.Langkah cepat tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, tetapi aksi nyata saat dibutuhkan.
Dukungan juga datang dari Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi yang turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi di Parakansalak. Sinergi antara kepala desa ini memperkuat solidaritas dalam menghadapi bencana.
Kebutuhan Mendesak dan Harapan WargaSeiring dengan penanganan yang terus berjalan, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan. Di antaranya terpal untuk penutup rumah, material bangunan, bronjong untuk penahan longsor, serta perlengkapan dapur bagi warga terdampak.
Warga berharap bantuan dari pemerintah daerah segera turun guna mempercepat pemulihan, mengingat potensi bencana susulan masih bisa terjadi.Pemerintah setempat pun terus mengimbau masyarakat agar tetap siaga.
Kesadaran dan kewaspadaan warga menjadi faktor penting dalam meminimalisir risiko di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Bencana boleh datang tanpa peringatan, namun kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan utama masyarakat Parakansalak untuk tetap bertahan dan bangkit.
Dede












