Jaringannasional.com [ JAKARTA ] – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengambil langkah tegas dalam membentengi bangsa dari ancaman barang haram dengan menginisiasi pembentukan Wadah Peran Serta Masyarakat (PSM). Langkah ini merupakan upaya memperkuat sinergi nasional di tengah meningkatnya prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Melalui Direktorat Peran Serta Masyarakat Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, BNN menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Selasa (28/4) di Ruang Muhamad Hatta, Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Tantan Sulistyana, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan. Berdasarkan survei prevalensi nasional tahun 2025 hasil kolaborasi BRIN, BPS, dan BNN, angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia naik menjadi 2,11%.
”Angka ini setara dengan 4,15 juta penduduk usia 15-64 tahun yang terpapar narkotika. Kenaikan relatif lebih tinggi justru terjadi di wilayah perdesaan,” ujar Tantan.
Data tersebut menegaskan bahwa sindikat narkotika telah menggeser fokus mereka, tidak lagi hanya menyasar wilayah perkotaan (urban), melainkan mulai merambah ke pelosok desa.
Saat ini, tercatat ada sekitar 9.720 kawasan rawan narkotika di tingkat desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Dampak yang ditimbulkan pun sangat masif, mulai dari kerusakan saraf permanen bagi pengguna hingga kerugian materi senilai triliun rupiah setiap tahunnya.
Tantangan di lapangan semakin berat dengan munculnya 170 jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Daya rusak narkotika dinilai lebih fatal dibandingkan korupsi maupun terorisme karena sifat kerusakannya yang permanen pada otak manusia.
Membangun “Mesin Sosial” Melalui Forum Komunikasi
Sebagai solusi strategis, BNN menginisiasi Wadah/Forum Komunikasi Aktif yang akan berfungsi sebagai “mesin sosial”. Wadah ini dirancang untuk: Sinergi Organisasi: Mengoordinasikan seluruh organisasi masyarakat anti-narkotika. Garda Terdepan dalam sistem peringatan dini di level akar rumput (desa). Pengawasan Jalur Masuk, Memperketat pengawasan jalur laut yang menyumbang 95% total penyelundupan narkotika ke tanah air.
”Negara tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kehadiran masyarakat sebagai garda terdepan untuk menjaga generasi muda demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Tantan Sulistyana.
Melalui komitmen bersama ini, BNN berharap prevalensi penyalahgunaan narkotika dapat ditekan secara riil di lapangan, sekaligus memutus rantai peredaran gelap yang mengancam kedaulatan bangsa. (Editor: nizar p)












