Jaringannasional.com [ JAKARTA ] — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di daerah. Langkah ini diwujudkan melalui audiensi antara Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan Bupati Batubara, H. Baharuddin Siagian, di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (21/5).
Pertemuan strategis tersebut fokus pada penguatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kabupaten Batubara, Sumatra Utara.
Fokus Edukasi dan Pembentukan Agen Perubahan
Dalam arahannya, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menyoroti pentingnya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika melalui jalur pendidikan dan komunitas. Sebagai langkah konkret, BNN menginstruksikan pembentukan kader “Sobat Bersinar”.
”Kader ini akan bertindak sebagai agent of change (agen perubahan) yang bertugas mengedukasi rekan sebaya, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari,” ujar Suyudi.
Program ini dirancang sebagai bagian dari Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), yang selaras dengan gerakan Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika). Tak hanya itu, setiap sekolah ditargetkan membentuk empat kader penggerak yang berfungsi sebagai peer educator (pendidik sebaya).
Tantangan untuk Kepala Desa dan Waspada Modus Baru
Selain menyasar sektor pendidikan, Suyudi juga memberikan tantangan tegas kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Batubara. Para pemimpin desa diminta berani memetakan serta melaporkan titik-titik yang rawan menjadi jalur peredaran narkoba di wilayahnya.
Ia mengingatkan adanya pergeseran modus operandi para bandar yang kini mulai menyasar masyarakat pedesaan.
Sinergi Aparat: Pemerintah desa diminta bekerja sama erat dengan Bhabinkamtibmas.
Pengawasan Ketat: Fokus pemantauan diarahkan pada peredaran rokok elektrik (vape) dan narkotika jenis cair yang kian marak.
Rehabilitasi Berbasis Keterampilan Kerja
Di sisi pemulihan, BNN mendorong penguatan program pasca-rehabilitasi. Suyudi meminta adanya pendataan yang akurat terhadap mantan pecandu narkotika untuk kemudian diberikan pelatihan kerja bersertifikasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Langkah ini dinilai krusial agar mantan penyalahguna memiliki kemandirian ekonomi dan tidak kembali terjerumus (relapse).
Merespons arahan tersebut, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung jalannya program-program BNN di daerah.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak peredaran narkotika sekaligus menciptakan ruang hidup yang bersih, sehat, dan produktif bagi masyarakat Kabupaten Batubara. (Nizar)
Sumber: Humas BNN












