Buku “Kang Dedi Mulyadi Kapan Jadi Presiden” Resmi Diluncurkan, Penulis Sebut KDM Lebih Cocok Jadi Menteri

JARINGANNASIONAL.COM ​[ JAKARTA ] – Di tengah hangatnya isu nasional mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinamika politik, hingga gelombang demonstrasi mahasiswa, penulis senior Ahmad Bahar kembali meluncurkan karya terbarunya. Buku teranyar yang diprediksi bakal mencuri perhatian publik ini diberi judul Kang Dedi Mulyadi Kapan Jadi Presiden.

​Proses penggarapan buku ini memakan waktu sekitar satu tahun. Dengan gaya penulisan yang khas, Ahmad Bahar mengajak pembaca untuk membedah dan mempertanyakan peluang politik tokoh asal Jawa Barat tersebut dalam kancah kepemimpinan nasional.

​Menilai KDM dari Sisi Lokalitas

​Dalam keterangannya saat momen syukuran perdana peluncuran buku, Ahmad Bahar mengungkapkan bahwa karya ini sengaja menggiring pembaca untuk menebak-nebak peluang KDM memimpin Indonesia. Namun, ia sendiri memberikan catatan kritis terkait sosok mantan Bupati Purwakarta tersebut.

​Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini dinilai belum mendesak untuk membutuhkan sosok seperti KDM untuk menduduki kursi RI 1.

​”KDM masih cenderung berpikir soal lokalitas, kesundaan, dan kedaerahan. Belum terlihat gagasan atau pemikiran besarnya mengenai bagaimana membawa negeri ini di tengah-tengah pergaulan dunia internasional,” ujar Ahmad Bahar.

​Respons Terhadap Wacana Pilpres 2029

​Menanggapi adanya dorongan dari para pendukung yang mulai memunculkan nama KDM untuk bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, Ahmad Bahar menilai hal tersebut sah-sah saja sebagai bagian dari dinamika politik. Kendati demikian, ia melihat potensi KDM lebih realistis pada level menteri.

​”Kalau didorong untuk 2029, boleh-boleh saja, tapi itu hanya sebatas wacana. KDM menurut saya lebih pas dan sebatas level menteri, bolehlah,” tambahnya.

​Saat ditanya mengenai jawaban dari pertanyaan yang menjadi judul bukunya sendiri, yakni kapan sosok KDM akan menjadi presiden, Ahmad Bahar berseloroh singkat.

​”Maka jawabannya: ya kapan-kapan sajalah,” pungkasnya berkelakar. (Red)