JAKARTA (jaringannasional.com) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam merumuskan setiap kebijakan daerah berbasiskan data riset yang valid serta aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka secara resmi World Association for Public Opinion Research (WAPOR) Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026).
Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa di tengah tingginya dinamika megapolitan dengan populasi lebih dari 11 jiwa, jajaran pemerintah daerah dituntut untuk responsif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap beragam masukan warga.
”Kemampuan untuk mendengarkan masyarakat secara objektif, ilmiah, dan bertanggung jawab adalah kunci. Jakarta yang dihuni beragam latar belakang membutuhkan pendekatan pengambilan keputusan yang betul-betul berbasis data,” ujar Pramono.
Guna menyerap aspirasi tersebut, Pemprov DKI mengandalkan integrasi berbagai kanal partisipasi—mulai dari media massa, jejaring sosial, hingga aplikasi layanan publik JAKI. Data yang terkumpul kemudian diolah sebagai pijakan evaluasi kerja serta penyempurnaan program pembangunan di ibu kota.
Pramono menambahkan, transparansi dan kecepatan pemerintah dalam menindaklanjuti keluhan warga merupakan fondasi utama dalam membangun public trust (kepercayaan masyarakat).
Forum ilmiah internasional bertajuk Public Opinion in a Fast-Changing World ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi riset dari 21 negara. Selain di Balai Kota, rangkaian konferensi yang berlangsung hingga 29 Juli 2026 ini dipusatkan di Perpustakaan Jakarta, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini.
Posisi Strategis Indonesia dan Penguatan Metodologi
Dalam agenda yang sama, Ketua Penyelenggara sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Philips J. Vermonte, menyebut penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ajang ke-9 WAPOR Asia Pasifik mencerminkan posisi penting Indonesia dalam peta demokrasi global.
”Opini publik kini menjadi instrumen vital dalam proses pengambilan kebijakan politik dan publik. Kehadiran forum ini diharapkan memberi kontribusi positif bagi iklim demokrasi di Indonesia,” jelas Philips.
Senada dengan hal itu, Rektor UIII Prof. Jamhari Makruf menggarisbawahi krusialnya integritas metodologi dalam riset riset publik. Menurutnya, survei yang kredibel harus berlandaskan pada metodologi ilmiah yang kuat agar dapat dipercaya oleh publik maupun pemangku kebijakan.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI), Djayadi Hanan, menyampaikan bahwa dalam forum ini pihaknya juga menganugerahkan PERSEPI Media Award 2026 kepada Litbang Kompas atas konsistensinya memanfaatkan riset ilmiah dalam penyajian berita dan analisis sosial-politik.
Penyelenggaraan konferensi internasional ini sekaligus mempertegas langkah Jakarta dalam memperkuat posisinya sebagai kota global yang terbuka terhadap riset, inovasi, dan kolaborasi lintas negara.
Editor: Redaksi Jaringan Nasional
Sumber: Olah Data / Pemprov DKI Jakarta












