BEKASI, jaringannasional.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat merespons keluhan para petani terkait persoalan irigasi di wilayah Kecamatan Pebayuran. Langkah ini diambil guna melindungi sektor pertanian lokal dari ancaman kekeringan pada musim kemarau serta risiko banjir menjelang musim hujan.
Penanganan percepatan tersebut direalisasikan usai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meninjau langsung Saluran Sekunder (SS) Bendung Kedunggede (BKG) pada Selasa (28/7/2026). Peninjauan meliputi titik BKG 6 Cikarang Timur, BKG 15, BKG 16, hingga kawasan terdampak kekeringan di Desa Karangharja dan Desa Karangsegar.
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa peninjauan lapangan dilakukan untuk memetakan akar masalah secara presisi agar solusi yang dihadirkan tepat sasaran.

”Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kendala yang dialami para petani. Dengan melihat kondisi riil, langkah penanganan yang diambil Pemkab Bekasi bisa lebih efektif dan terukur,” ujar Asep di sela-sela peninjauan.
Sebagai solusi jangka pendek dan menengah, Pemkab Bekasi berencana mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk membangun empat jembatan baru. Pembangunan infrastruktur ini difokuskan untuk mengurai hambatan dan memperlancar arus air sepanjang jalur Saluran Sekunder BKG 16 hingga BKG 25.
Selain pembangunan jembatan, penanganan teknis berupa normalisasi saluran irigasi juga menjadi prioritas. Pemkab Bekasi dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) II pada Kamis mendatang guna membahas pembagian kewenangan serta mekanisme teknis.
Jika seluruh regulasi dan aspek teknis telah disepakati bersama instansi terkait, pengerjaan fisik normalisasi saluran ditargetkan dapat langsung berjalan mulai Senin depan. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan pasokan air bagi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi secara berkelanjutan.(Red/JN)*Humas Pemkab Bekasi













