BEKASI, jaringannasional.com — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Bekasi tahun ini mencatatkan torehan manis. Di bawah kendali Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, perhelatan tersebut dinilai sebagai salah satu penyelenggaraan tersukses dan paling meriah yang pernah digelar.
Kunci utama di balik apresiasi luas masyarakat terletak pada kuatnya sinergi lintas sektor berbasis kolektif-kolegial. Berbagai instansi bahu-membahu menyemarakkan acara sekaligus memberikan edukasi nyata bagi anak-anak. Mulai dari keandalan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD, kemudahan layanan Disdukcapil, hingga pengamanan dan edukasi ketahanan dari jajaran TNI-Polri serta Densus 88. Tak ketinggalan, belasan komunitas pemerhati anak turut mengambil peran aktif di lapangan.
Namun, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa kemeriahan HAN tidak boleh berhenti pada panggung perayaan belaka.
Menindaklanjuti momentum positif tersebut, Wali Kota Bekasi memberikan instruksi tegas kepada lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Para pimpinan OPD diminta membongkar pola kerja seremonial dan bertransformasi menjadi pendengar yang aktif bagi kebutuhan generasi muda.
Wali Kota menginstruksikan OPD teknis untuk menggelar audiensi berkala demi menyerap langsung gagasan, kritik, dan aspirasi yang disuarakan oleh Forum Anak Kota Bekasi.
”Suara anak-anak harus didengar. Kalau kita aktif di level kota, turunkan sampai level kecamatan, bahkan kalau perlu sampai tingkat kelurahan,” tegas Wali Kota Bekasi saat memberikan pengarahan.
Menurutnya, pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak bisa dijalankan secara instruktif dari atas meja, melainkan harus menyentuh ruang-ruang tempat anak tumbuh dan berinteraksi sehari-hari.
”Kita harus membentengi anak-anak kita dengan kasih sayang dan rasa aman agar mereka tumbuh optimis menatap masa depan,” tambahnya.
Langkah progresif memperluas jangkauan Forum Anak hingga tingkat basis terdepan (kelurahan) ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang Pemkot Bekasi. Di tengah tantangan era digital dan dinamika perkotaan, pelibatan anak dalam pembangunan daerah diyakini menjadi fondasi vital dalam mencetak ‘Generasi Emas’ yang tangguh, berdaya saing global, dan berkarakter. (Red/JN/nzr)












