Jaga Mutu Air Bersih, Perumda Tirta Musi Kurasi Reservoir IPA Sungai Lais

JaringanNasional.com, PALEMBANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang bakal melakukan pemeliharaan rutin berupa pengurasan dan pembersihan reservoir di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Lais pada Rabu (5/8/2026). Langkah ini dilakukan guna menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (3K) pasokan air bersih bagi masyarakat.

​Pekerjaan teknis tersebut dijadwalkan berlangsung selama tujuh jam, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Dampaknya, distribusi air bersih ke ribuan pelanggan di area pengaliran IPA Sungai Lais diproyeksikan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian aliran sementara.

​Direktur Operasional Perumda Tirta Musi Palembang, Rahmad, menegaskan pemeliharaan fasilitas produksi merupakan agenda rutin yang krusial untuk memastikan mutu air tetap terjamin sesuai standar sebelum dialirkan ke rumah warga.

​”Pengurasan reservoir IPA Sungai Lais merupakan upaya pemeliharaan yang penting untuk menjaga kualitas layanan kepada pelanggan. Selama berlangsung, kami mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami juga mengupayakan agar proses pekerjaan dan pemulihan distribusi dapat berjalan secepat mungkin,” ujar Rahmad.

​Ia menambahkan, perawatan berkala ini berfungsi sebagai langkah preventif untuk menjaga keandalan sistem pengolahan air sekaligus meminimalkan potensi gangguan layanan jangka panjang.

​Berdasarkan data Perumda Tirta Musi, sebanyak 2.775 Sambungan Langganan (SL) diperkirakan terdampak proses pemeliharaan ini. Adapun wilayah yang mengalami gangguan sementara meliputi:

  • ​Jalan Intan Sekunyit
  • ​Lorong Ampera 1 & Lorong Ampera 2
  • ​Lorong Perintis
  • ​Lorong Yada
  • ​Komplek Abadi
  • ​Lorong Agung
  • ​Lorong Tanjungan

​Manajemen Perumda Tirta Musi telah menyiagakan tim teknis dan petugas operasional agar pengerjaan selesai tepat waktu. Setelah proses pembersihan usai, normalisasi pengaliran air ke rumah pelanggan akan dilakukan secara bertahap hingga kembali optimal.

​Masyarakat di wilayah terdampak diimbau segera mengantisipasi dengan menampung pasokan air yang cukup sebelum pengerjaan dimulai pada Rabu pagi.(Red/JN/DNL)