JARINGANNASIONAL.COM, PEBAYURAN – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengakselerasi pengerjaan normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendungan Kedung Gede (BKG) di Kecamatan Pebayuran untuk memitigasi dampak perubahan iklim global.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menginstruksikan agar pengerjaan saluran irigasi di titik Rancasuar rampung sepenuhnya dalam tenggat waktu satu bulan. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi potensi krisis air, baik saat memasuki musim kemarau ekstrem maupun puncak musim penghujan.
Pemerintah daerah memfokuskan pengerjaan ini untuk mengurai kendala pasokan air di area hilir, khususnya dari BKG 34 hingga BKG 38 yang rentan mengalami kekeringan.
”Peninjauan ini dilakukan untuk memantau langsung percepatan di lapangan agar pasokan irigasi untuk sektor pertanian dan pemukiman warga di wilayah utara terjamin,” ujar Asep saat memimpin inspeksi lapangan di Pebayuran, Selasa (2/9).
Dalam pemantauan tersebut, rombongan meninjau tiga lokasi strategis, yaitu BKG 15, BKG 17, dan BKG 20. Pada titik BKG 15, pembersihan gulma eceng gondok terus dilakukan agar tidak menyumbat arus air.
Aliran irigasi ini memegang peranan krusial bagi produktivitas pertanian lokal. Saluran BKG 15–16 yang melintasi Desa Bantarjaya terkoneksi hingga BKG 17–25 di area persawahan Desa Karangharja dan Desa Karangsegar. Jalur irigasi tersebut bermuara di BKG 38 Kampung Teluk Bango, Desa Karangharja, yang menjadi titik pembuangan sekaligus batas ujung irigasi wilayah utara Pebayuran.(Red/JN)*sumber Humas Pemkab Bekasi












