“Bukan Sekadar Apel Pagi, Haornas 2026 Polda Metro Jaya Pamer Prestasi di Arena Dunia”

JAKARTA — Lapangan Presisi Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/9/2026) pagi, tidak hanya menjadi ruang apel.

Di sana, semangat olahraga dipertemukan dengan satu pesan sederhana: menjaga kebugaran bukan sekadar urusan fisik, tetapi bagian dari membangun kualitas manusia dan mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 yang digelar mulai pukul 07.00 WIB.

Upacara dipimpin Brigjen Pol Sri Satyatama dan diikuti jajaran personel Polda Metro Jaya.

Tahun ini, Haornas mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa olahraga idealnya tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Ia perlu hadir sebagai kebiasaan sehari-hari—termasuk di lingkungan kepolisian yang menuntut personel tetap prima dalam menjalankan tugas.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan Brigjen Pol Sri Satyatama, olahraga ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa.

“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya,” ujar Sri Satyatama.

Menurut dia, investasi melalui olahraga berarti membangun manusia secara utuh, sekaligus menanamkan karakter disiplin, ketangguhan, sportivitas, dan daya juang.

Dari Lapangan Presisi ke Panggung Dunia
Pesan tersebut terasa semakin relevan ketika deretan prestasi personel Polda Metro Jaya ikut menjadi bagian dari peringatan Haornas.

Salah satunya datang dari Briptu Muhamad Fawwaz Aditia Farrel, personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya.

Ia berhasil meraih medali emas Asian Rifle/Pistol Championship 2026 di New Delhi, India.

Prestasi internasional lainnya ditorehkan Briptu Putri Kusuma Wardani, Polwan Polda Metro Jaya sekaligus atlet tunggal putri Indonesia.

Ia meraih medali perunggu BWF World Championships 2025 di Paris, Prancis.

Putri juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang merebut medali perunggu Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark.

Catatan prestasi itu menunjukkan bahwa olahraga di lingkungan kepolisian tidak hanya berbicara mengenai kebugaran untuk menunjang pekerjaan.

Pada level tertentu, kemampuan personel bahkan mampu menembus arena kompetisi internasional.

Judo, Taekwondo, dan Nama Indonesia
Rekam jejak serupa terlihat dalam World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat.

AKP Pujantoro dari Bidpropam Polda Metro Jaya berhasil membawa pulang medali emas cabang judo.

Sementara Briptu Muhamad Fikri Kusnanto dari Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya meraih medali perunggu judo.

Dari cabang taekwondo, Bripda Miftahul Jannah Setianingrum dari Ditsamapta Polda Metro Jaya turut menyumbangkan medali perunggu.

Deretan capaian tersebut menjadi bukti bahwa disiplin yang dibangun melalui olahraga dapat berjalan beriringan dengan tuntutan profesi kepolisian.

“Prestasi olahraga juga harus terus kita dorong.

Tetapi kita harus ingat, atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga,” kata Sri Satyatama.
Bugar Bukan Sekadar Gagah
Momentum Haornas 2026 akhirnya diarahkan bukan semata untuk mengenang prestasi para atlet, melainkan memperluas budaya olahraga di internal kepolisian.

Polda Metro Jaya mendorong seluruh personel menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas.

Kebugaran dibutuhkan agar personel mampu menjalankan tugas secara optimal, sementara disiplin dan sportivitas yang tumbuh dari aktivitas olahraga diharapkan ikut memperkuat karakter dalam pelayanan kepada masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, seragam yang rapi saja belum cukup.

Tugas kepolisian juga membutuhkan tubuh yang prima, mental yang tangguh, serta disiplin yang terlatih.

Dan Haornas mengingatkan satu hal: medali memang bisa dihitung, tetapi kebiasaan hidup aktif adalah prestasi yang harus terus dipelihara.