Lestarikan Tradisi, Ade Puspita Gelar “Sapa Warga Berbasis Budaya” di Rawalumbu

​Jaringannasional.com [ BEKASI ] – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspita, melakukan kunjungan kerja sekaligus menyapa masyarakat dalam acara bertajuk “Sapa Warga Berbasis Budaya” yang dipusatkan di SDN Bojong Rawalumbu 1, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

​Acara yang berlangsung meriah ini diawali dengan tradisi Palang Pintu khas Betawi untuk menyambut kedatangan Ade Puspita. Suasana khidmat menyelimuti pembukaan kegiatan saat doa dipanjatkan oleh Bapak Munir, S.Pd., menandai dimulainya rangkaian acara yang sarat akan nilai tradisi.

Dalam laporannya, perwakilan panitia penyelenggara menyampaikan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah lomba tari tradisional Jawa Barat dan Betawi. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari 10 Sekolah Dasar (SDN) se-Bojong Menteng, Penampilan pertama dipersembahkan oeleh SDN bojong rawa lumbu 9 dengan tari jaipongan panggung, selanjutnya SDN Bojong Menteng 1 dengan tari kaling Sunda, SDN bojong Rawalumbu 10 dengan tari yapong, SDN sepanjang jaya 4 dengan tari Ronggeng Beken, SDN pengasinan 1 dengan tari ondel ondel, SDN bojong Rawalumbu 2 dengan tari cokek, SDN pengasinan 8 dengan tari kaking sunda, SDN bojong Rawalumbu 5 dengan tari Rengong manis, SDN pengasinan 9 dengan tari cupang menor, SDN bojong Rawalumbu 1 dengan tari lenggang nyai.

pemenang dari lomba tari tradisional ini dimenangkan oleh Juara Harapan 3 SDN bjong Menteng 1, juara harapan 2 SDN spanjang jaya 4, harapan 1 SDN Bojong Rawalumbu 5,

Jura 3 SDN Bonjong Rawalumbu 1, juara 2 SDN pengasinan 9 juara 1 SDN pengasinan 8. Hadiah utuk para juara tropi Juara 3 Rp 800,000, Juara 2 mendapat tropi dan uang tunai Rp 900 ribu juara pertama 1 juta rupiah.

Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan Ade Puspita atas inisiasi acara ini.

​”Seni budaya sekarang banyak yang sudah ditinggalkan. Saya akan mendorong DPRD, terutama Komisi 1 dan Komisi 4, untuk menonjolkan kesenian Jawa Barat agar tidak tergerus budaya luar. Saya juga mendorong agar kurikulum seni budaya di tingkat SD semakin dimasifkan,” tegas Sarwin.

Dalam sambutannya , Ade Puspita menekankan bahwa program “Sapa Warga Berbasis Budaya” merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi dan DPRD terhadap ketahanan budaya. Beliau menyoroti demografi Kota Bekasi yang kini dihuni sekitar 2,7 juta jiwa, di mana 80 % mayoritas merupakan pendatang sedangkan 20 % penduduk asli Bekasi.

​”Jangan sampai budaya Bekasi hari ini hilang. Kita harus menjaga kebudayaan agar tidak tergerus zaman. Mari kita lestarikan karena kita sama-sama cinta Kota Bekasi,” ujar Ade di hadapan warga.

​Sebagai tokoh perempuan yang peduli pada masyarakat, Ade juga memotivasi para orang tua untuk terus mendukung bakat anak-anak sebagai generasi penerus. Suasana semakin cair saat Ade menutup sambutannya dengan pantun khas:

Terong belanda kelapa puan

Di hari Jumat memakai persik

Kenalin saya Bu Ade tokoh perempuan

Sedang berjuang untuk masyarakat Bekasi

Terbang tinggi si burung nuri

Dia nemplok di pohon jambu

Dari jauh saya kemari

Menyapa warga Rawalumbu

​Acara ini ditutup persembahan lenong dari seniman Bekasi, dengan diadakannya acara apresiasi kebudayaan ini masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran figur pemimpin yang peduli pada pelestarian nilai-nilai lokal. (Npm)