Jaringannasional.com [ BEKASI ] – Kecelakaan hebat yang melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api (KA) Argo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur pada Senin malam. Berdasarkan data terbaru dari Posko Informasi Polda Metro Jaya yang disiagakan di depan lobi RSUD Kota Bekasi, tercatat puluhan korban luka-luka dan 14 orang dilaporkan meninggal dunia yang tersebar di sejumlah rumah sakit.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauziah, meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Kota Bekasi selasa siang tgl 28 /4/ 2026.
Dalam kunjungannya bersama jajaran Kemenko PMK, Arifah memastikan bahwa pemerintah melalui PT KAI akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan.
”Terinformasi ada 55 yang dirujuk ke RSUD, tiga orang wafat, 15 sudah kembali ke rumah, dan sisanya masih dalam perawatan. Kondisi korban rata-rata mengalami memar hingga patah tulang,” ujar Arifah kepada awak media.
Selain bantuan medis, Menteri PPPA menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban yang mengalami trauma. Ia juga menegaskan akan berkomunikasi dengan perusahaan tempat para korban bekerja agar memberikan dispensasi dan tetap memenuhi hak-hak pekerja selama masa pemulihan.
Mengingat banyaknya korban perempuan dalam insiden ini karena posisi gerbong khusus wanita yang berada di ujung rangkaian (depan/belakang), Menteri Arifah mengusulkan adanya evaluasi kepada PT KAI.
”Tadi kami mengusulkan, jika bisa gerbong perempuan ditaruh di tengah. Jadi posisi depan dan belakang itu laki-laki, supaya jika terjadi benturan, risiko bagi perempuan bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Arifah juga mengonfirmasi bahwa meski mayoritas korban adalah perempuan dari gerbong khusus, terdapat juga korban laki-laki yang berasal dari gerbong umum (gerbong tiga) dan penumpang dari KA Argo Anggrek.
Saat ini, pihak kepolisian dan teknisi KAI dan KNKT masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menggegerkan warga Bekasi tersebut. ( Nizar p)












