Lolos Verifikasi Wilayah Jabar, Partai Gerakan Rakyat Bersiap Lakukan Revolusi Kepartaian Menuju Pemilu 2029

Penyerahan Tanda Terima SKT dari DPW Jawa Barat ke DPP Gerakan Rakyat

Jaringannasional.com [ ​JAKARTA ] — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerakan Rakyat Provinsi Jawa Barat secara resmi menyerahkan dokumen Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Rakyat. Prosesi penyerahan berkas administrasi krusial ini berlangsung khidmat di Kantor DPP Partai Gerakan Rakyat, Jalan Ampera Raya, Gang Opek, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6).

​Rangkaian acara sakral tersebut diawali dengan lantunan musik tradisional marawis yang semarak menyambut kehadiran para fungsionaris daerah. Selanjutnya, para pimpinan DPW dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota se-Jawa Barat bergerak tertib menuju ruang penyerahan administrasi. Mereka membawa berkas-berkas verifikasi wilayah yang telah tersusun rapi di dalam kotak kontainer khusus sebagai simbol kesiapan infrastruktur partai.

​Suasana semakin bergelora saat para pimpinan wilayah tersebut dikawal oleh jajaran jawara tradisional menuju lantai dua kantor DPP. Pengawalan kebudayaan ini mengantarkan mereka untuk menghadap Ketua Umum DPP Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, beserta jajaran pengurus pusat dalam rangka menandatangani surat serah terima SKT resmi. Sebelum memasuki pengarahan inti, acara juga diisi oleh penampilan paduan suara dari Kabupaten Tasikmalaya yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Himne Partai Gerakan Rakyat, serta lagu perjuangan Lelaki Pilihan.

​Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Jawa Barat, Deden Rukman Rumaji, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas militansi seluruh pengurus daerah. Ia menekankan filosofi kesundaan “Sabilulungan” yang bermakna bergerak bersama-sama dan saling bergotong royong sebagai kunci keberhasilan ini.

​”Antusiasme pengurus dan kader Partai Gerakan Rakyat di Jawa Barat sungguh luar biasa. Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan SKT dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat. Ini merupakan SK perbaikan yang kedua kalinya setelah melalui proses evaluasi dan penyempurnaan selama hampir lima bulan di tingkat wilayah. Perjuangan ini sama sekali tidak mudah; menguras waktu, tenaga, hingga biaya yang tidak sedikit. Saya ucapkan terima kasih mendalam kepada seluruh Ketua DPD se-Jawa Barat yang telah bekerja proaktif dan kooperatif hingga dokumen ini rampung total,” ujar Deden Rukman Rumaji.

​Merespons laporan tersebut, Ketua Umum DPP Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keteguhan kader di tanah Pasundan. Dengan diterimanya dokumen ini, Sahrin menegaskan bahwa konsolidasi administratif di seluruh Pulau Jawa telah tuntas secara paripurna.

​“Alhamdulillah, Jawa Barat berhasil mendapatkan dua SKT, yang artinya secara administratif pencapaian ini sangat sempurna. Dengan demikian, seluruh wilayah di Pulau Jawa kini sudah terselesaikan dengan baik. Kita semua tahu bahwa mengurus administrasi partai politik adalah legalitas pekerjaan yang sangat berat. Disiplin tinggi adalah kuncinya, karena kita semua berada dalam satu barisan yang teratur,” tegas Sahrin Hamid dalam arahannya.

​Sahrin juga membedakan khitah perjuangan Partai Gerakan Rakyat dengan partai politik konvensional lainnya. Ia menyebut bahwa partai ini mengusung konsep bernegara yang murni lahir dari bawah (bottom-up), bukan dibentuk oleh elite penguasa dari atas.

​”Selama ini, kita melihat banyak partai politik lahir dari atas (elite). Namun, Partai Gerakan Rakyat didirikan langsung oleh rakyat, mulai dari Aceh hingga Papua. Kita lahir dari rahim rakyat melalui semangat gotong royong, partisipasi murni masyarakat, dan nilai Sabilulungan. Itulah yang membedakan kita dengan partai lain. Kita membangun ini dari tetesan keringat perjuangan rakyat. Kita bersiap melakukan revolusi kepartaian yang berlandaskan karakter kesatria dan gotong royong,” tambah Sahrin.

​Lebih lanjut, Sahrin memaparkan target strategis partai menuju kontestasi politik nasional yang akan datang. Ia menginstruksikan seluruh kader untuk memegang teguh 5 dasar dan 5 karakter sebagai manifesto pesan ideologi partai. Langkah ini krusial mengingat tren elektoral partai baru ini menunjukkan indikator positif di lembaga survei nasional, di mana popularitasnya telah menyentuh angka 20 persen dengan elektabilitas berada di angka 1,5 persen—menempatkan partai di posisi ke-9 di antara partai politik lainnya.

​”Insyaallah di tahun 2029, Partai Gerakan Rakyat akan bertransformasi menjadi partai besar. Ingat, syarat utama untuk mengajukan calon presiden nantinya harus mempunyai ‘tiket resmi’ sebagai peserta pemilu. Oleh karena itu, jangan menunggu barangnya ada baru bergerak, kita bangun dan besarkan partai ini mulai dari sekarang. Kekuatan utama kita adalah persatuan, jangan pernah tercerai-berai,” pungkas Sahrin membakar semangat para kader. (RedJN)