Buka Latsar CPNS 2026, Sestama BNN Tekankan Pentingnya Integritas dan Sikap Adaptif

BOGOR, jaringannasional.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) resmi memulai Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2026. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Tantan Sulistyana, di Aula Ki Hadjar Dewantara, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Bogor, pada Selasa (30/6/2026).

​Dalam arahannya, Tantan mengingatkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas administratif untuk mengubah status kepegawaian. Lebih dari itu, Latsar merupakan fondasi awal bagi para aparatur sipil negara (ASN) dalam mengabdikan diri kepada negara, khususnya dalam mengemban misi memerangi narkotika.

​”Pelatihan Dasar ini adalah awal dari perjalanan pengabdian. Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan momen ini untuk membangun integritas, memperkuat kompetensi, dan menumbuhkan semangat melayani masyarakat sebagai insan BNN,” ujar Tantan.

​Hadapi Tantangan P4GN di Era Digital
​Tantan juga menyoroti dinamika kejahatan narkotika yang kian kompleks dan penuh tantangan. Menurutnya, BNN memerlukan jajaran aparatur yang tidak hanya menguasai aspek teknis, melainkan juga memiliki karakter yang kuat, adaptif, serta mampu memegang teguh core values ASN ‘BerAKHLAK’.
​”Tantangan pemberantasan narkotika semakin kompleks. Kita butuh ASN yang profesional, mampu berkolaborasi, dan siap memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba),” tambahnya.

​Program Latsar tahun ini menerapkan metode blended learning yang berlangsung dalam rentang waktu cukup panjang, mulai 30 Maret hingga 8 Juli 2026. Total durasi pengajaran mencapai 673 jam pelajaran (JP), yang mencakup:

  • ​Pembelajaran mandiri (self-learning)
  • ​Pembelajaran jarak jauh (e-learning)
    ​Aktualisasi langsung di unit kerja masing-masing
  • ​Pembelajaran tatap muka (klasikal)

​Pelatihan yang mengacu pada kurikulum Lembaga Administrasi Negara (LAN) ini berfokus pada pembentukan karakter ASN, penguatan kompetensi teknis, serta habituasi. Untuk dinyatakan lulus, para peserta wajib melewati serangkaian penilaian objektif, mulai dari evaluasi akademik, program aktualisasi, penguatan kompetensi bidang, hingga penilaian sikap dan perilaku sehari-hari.

​Diikuti 30 Anggota Intelijen Baru

​Pada angkatan kali ini, Latsar diikuti oleh 30 peserta yang seluruhnya merupakan CPNS dengan formasi jabatan Penata Pemberantasan Narkotika. Mereka nantinya akan ditempatkan di bawah Direktorat Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan BNN. Komposisi peserta terdiri dari 28 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

​Menutup jalannya pembukaan, Sestama BNN mengimbau seluruh peserta agar menjalani sisa masa pelatihan dengan tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi, demi melahirkan kader-kader pemberantasan narkotika yang tangguh di masa depan.(Red/jn)*BNN