Misteri Pencemaran Kali Bekasi: Air Menghitam dan Berbusa, Pipa Siluman Masih Diburu

KOTA BEKASI | Jaringannasional.com — Kali Bekasi kembali tercemar. Aliran air terpantau menghitam, berbusa, dan mengeluarkan bau menyengat sejak Minggu (30/8/2026) di kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Atas kondisi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melaporkan dugaan pencemaran tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI.

​Pantauan DLH Kota Bekasi mencatat, aliran air berwarna hitam bergerak perlahan menuju wilayah Kota Bekasi pada Senin (31/8/2026), dipicu debit sungai yang sangat kecil. Sehari kemudian, Selasa (1/9/2026), air di Bendungan Presdo terpantau mulai berbusa dan berbau tak sedap.

​Temuan Berulang dan Uji Laboratorium

​Laporan resmi ke KLH/BPLH RI dilengkapi data hasil pemantauan serta dokumentasi susur sungai yang melibatkan Komunitas Peduli Ciliwung-Cikeas (KP2C) dan TNI Angkatan Laut pada 27 Agustus 2026.

​Sebelumnya, pengujian sampel air oleh UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Bekasi pada 20 dan 22 Juli 2026 menunjukkan sejumlah parameter telah melampaui baku mutu. Parameter tersebut meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), penurunan Dissolved Oxygen (DO), kandungan logam (nikel, seng, tembaga), serta bakteri Fecal Coliform.

​Koordinasi dan Pengawasan Lintas Wilayah

​Mengingat sumber aliran Kali Bekasi berasal dari wilayah hulu di luar administrasi Kota Bekasi, DLH Kota Bekasi telah meminta fasilitasi pengawasan kepada DLH Provinsi Jawa Barat.

​Menindaklanjuti hal tersebut, KLH/BPLH RI menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait pada 10 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menyepakati penguatan pengawasan terhadap industri, izin pemanfaatan air, serta rencana penelusuran dugaan pembuangan limbah ilegal melalui saluran tersembunyi atau “pipa siluman”.

​Pencemaran Hulu Jadi Fokus Utama

​Meski demikian, aksi susur sungai pada 27 Agustus 2026 belum menemukan keberadaan pipa siluman maupun aktivitas pembuangan limbah industri di sepanjang aliran Kali Bekasi wilayah Kota Bekasi. Hal ini menguatkan dugaan bahwa sumber utama pencemaran berasal dari kawasan hulu di luar Kota Bekasi.

​DLH Kota Bekasi memastikan pemantauan dan koordinasi lintas wilayah terus berjalan guna menindak sumber pencemaran serta mempercepat pemulihan ekosistem Kali Bekasi. Perubahan warna dan bau air ini menjadi alarm penting pengawasan lingkungan yang membutuhkan penanganan konkret di tingkat regional.(Red/JN/Wahyu)*