Bicara 5 Dekade Hubungan RI-Rusia, Prabowo dan Putin Sepakat Garap Sektor Strategis di Pasifik

presiden Prabowo Saat diterima Presiden Putin (photo BPMI setpres

Rusia| jaringannasional.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral bersama Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Pertemuan tingkat tinggi yang dikemas dalam format working lunch tersebut berlangsung di sela-sela gelaran Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11.

​Dalam agenda diplomasi ini, Presiden Prabowo mengungkapkan apresiasinya terhadap penyambutan hangat dari pemerintah Rusia. Ia menegaskan kembali posisi krusial Rusia sebagai salah satu mitra utama Indonesia di panggung internasional.

​Kemitraan yang telah terbangun kokoh selama lebih dari lima dekade tersebut kini bertransformasi ke tingkat yang lebih erat melalui status kemitraan strategis.

​”Rusia merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Hubungan kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari lima dasawarsa terus berkembang dan kini telah meningkat menjadi kemitraan strategis,” ujar Presiden Prabowo.

​Soroti Sektor Maritim dan Konektivitas Kawasan

​Selain membahas diplomasi bilateral, Kepala Negara mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada Indonesia untuk berpartisipasi dalam EEF ke-11. Menurutnya, forum ekonomi berskala internasional ini memegang peranan vital sebagai jembatan untuk mengakselerasi kerja sama regional serta memperkuat rantai konektivitas.

​Mengingat kedua negara memiliki garis pantai di kawasan Pasifik, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi di bidang kelautan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memandang kerja sama maritim serta konektivitas antarwilayah sebagai sektor prioritas yang berpeluang besar untuk digarap bersama Rusia.

​Sektor perdagangan dan ekonomi kedua negara juga terus mencatatkan tren positif. Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang strategis guna memberikan dampak ekonomi yang konkret bagi masyarakat kedua bangsa.

(Red/JN/Nzr) * BPMI setpres