BEKASI | jaringannasional.com — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan penghargaan kepada penari cilik berprestasi, Tengku Audi Fatiha Turrahma, atas kiprahnya mengharumkan nama Kota Bekasi melalui seni tari tradisional kreasi Jawa Barat hingga ke tingkat internasional.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam apel pagi di Lapangan Plaza Wali Kota Bekasi, Senin (12/10/2026). Momentum itu tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas prestasi Tengku Audi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan (Disdik) dan pihak sekolah dalam mendukung potensi serta bakat peserta didik.
Dalam sambutannya, Tri mengapresiasi kegigihan Tengku Audi yang terus mengembangkan kemampuan menari sejak usia dini. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa semangat, ketekunan, dan konsistensi dapat membawa anak daerah tampil di panggung yang lebih luas.
Namun, Tri juga menyoroti informasi bahwa prestasi Tengku Audi diraih tanpa dukungan awal berupa fasilitas dari sekolah maupun dinas terkait. Ia meminta jajaran pendidikan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan introspeksi.
“Kita harus belajar dari Ananda Tengku. Tanpa fasilitas dan dukungan, ternyata prestasinya mendunia karena semangat yang luar biasa. Ini jadi introspeksi bagi Dinas Pendidikan dan sekolah agar lebih peduli dan menghargai setiap tetes perjuangan anak didik kita,” tegas Tri.
Ia berharap, penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat perhatian pemerintah daerah dan satuan pendidikan terhadap siswa yang memiliki bakat di bidang seni, budaya, olahraga, maupun bidang lainnya.
Menurut Tri, dukungan terhadap potensi anak perlu dilakukan sejak dini agar prestasi yang diraih dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus membawa nama Kota Bekasi ke tingkat nasional dan internasional.
Tekuni Tari Sejak Kelas II SD
Tengku Audi merupakan penari cilik yang menimba ilmu di Sanggar Pilar Budaya, Puri Gading Sport Center, wilayah Jatiasih/Jatimelati, Kota Bekasi. Ia mulai menekuni seni tari sejak duduk di bangku kelas II sekolah dasar.

Sejak itu, berbagai kesempatan tampil telah dijalaninya, termasuk mengikuti ajang internasional di Singapura. Ia juga pernah tampil di hadapan pejabat negara dalam acara kenaikan pangkat perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta di lingkungan Kepresidenan.
Dalam penampilannya, Tengku Audi membawakan tari kreasi yang berakar pada tradisi Jawa Barat. Kiprah tersebut menjadi salah satu upayanya memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Usai menerima penghargaan, Tengku Audi mengungkapkan kebahagiaannya atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Kota Bekasi.
“Saya sangat senang dan happy bisa menerima penghargaan ini. Saya sudah belajar menari sejak kelas 2 SD dan membawakan tari Jawa Barat kreasi,” ujar Tengku Audi.
Orang Tua Berharap Prestasi Terus Berkembang
Rasa syukur juga disampaikan ibunda Tengku Audi, Masrifah. Ia berharap penghargaan dari Pemerintah Kota Bekasi menjadi penyemangat bagi putrinya untuk terus berlatih, berkarya, dan mengembangkan kemampuan di bidang seni tari.
“Harapannya semoga kariernya semakin bagus, tidak cepat patah semangat, dan terus mengembangkan tari tradisional hingga makin dikenal luas di kancah internasional,” tutur Masrifah.
Penghargaan bagi Tengku Audi sekaligus mengingatkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sanggar seni, sekolah, dan pemerintah daerah dalam membina talenta muda.
Prestasi seorang anak tidak semestinya hanya menjadi kebanggaan setelah berhasil meraih pencapaian. Dukungan, pembinaan, dan ruang untuk berkembang juga diperlukan agar potensi tersebut dapat tumbuh secara optimal.
Sorotan Tri terhadap Disdik dan sekolah pun menjadi catatan bahwa keberhasilan membangun generasi berprestasi tidak cukup hanya dengan memberikan penghargaan. Sistem pendidikan juga perlu hadir untuk mengenali, mendampingi, dan memfasilitasi bakat siswa sejak awal.













