KOTA BEKASI —jaringannasional.comInfrastruktur masih menjadi salah satu fokus aspirasi masyarakat Kota Bekasi menjelang perencanaan pembangunan 2027. Mulai dari jalan, saluran drainase, hingga penerangan jalan umum (PJU), berbagai kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan reses anggota DPRD Kota Bekasi.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Faisal, S.E., menuturkan bahwa aspirasi yang dihimpun melalui kegiatan reses menjadi bahan bagi anggota dewan untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum.
Menurut Faisal, kegiatan reses yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun merupakan salah satu jalur untuk menyerap persoalan nyata di lingkungan masyarakat. Aspirasi tersebut kemudian diperjuangkan agar dapat dipertimbangkan dalam perencanaan program dan penganggaran pemerintah pada 2027.
Pembahasan tidak hanya berkutat pada pembangunan fisik. Persoalan pengelolaan sampah dan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian, mengingat penanganan sampah membutuhkan dukungan pemerintah sekaligus partisipasi warga.
Dalam forum tersebut, perkembangan rencana pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantargebang turut disinggung. Pembahasan juga mencakup mekanisme anggaran reses serta penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) dari pengembang perumahan kepada pemerintah.
Faisal menekankan pentingnya menempatkan aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan agar kebutuhan warga dapat dibahas sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran daerah.
Pada akhirnya, reses bukan sekadar agenda rutin untuk mencatat keluhan warga. Forum tersebut menjadi penghubung antara persoalan di lingkungan masyarakat dan pembahasan kebijakan di tingkat kota. Tantangannya terletak pada tindak lanjut: memastikan usulan yang masuk dapat dipilah berdasarkan prioritas, kewenangan, serta ketersediaan anggaran.
Dengan begitu, pembangunan 2027 diharapkan tidak hanya terlihat melalui proyek berskala besar, tetapi juga terasa dalam kebutuhan sehari-hari masyarakat—mulai dari jalan yang layak, saluran yang berfungsi, penerangan yang memadai, hingga lingkungan perumahan yang tertata.













