KOTA BEKASI — Rencana Pelantikan M. Solikhin, S.SIT., MM sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi mendapat respons positif dari sejumlah kalangan. Pengangkatan pejabat tertinggi dalam struktur birokrasi pemerintahan daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Apresiasi atas Rencana pelantikan tersebut disampaikan aktivis sosial kemanusiaan, Frits Saikat.pada minggu 1/11/2026. Ia mengucapkan selamat kepada M. Solikhin yang kini dipercaya mengemban tanggung jawab strategis dalam mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Menurut Frits, pengalaman, kompetensi, serta rekam jejak birokrasi yang dimiliki Solikhin menjadi modal penting untuk mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
“Atas nama pribadi dan pemerhati sosial kemanusiaan, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Bapak M. Solikhin sebagai Sekda Kota Bekasi. Kami optimistis kepemimpinannya dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Frits.
Minta Publik Kedepankan Objektivitas
Di tengah dinamika dan berbagai tanggapan yang berkembang setelah penetapan Sekda, Frits mengingatkan masyarakat agar menyikapi proses pergantian pejabat secara proporsional dan mengedepankan penilaian objektif.
Ia menilai, kritik terhadap pemerintahan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik seharusnya disampaikan berdasarkan fakta dan tidak digunakan untuk mengabaikan kompetensi maupun capaian seseorang.
Frits secara khusus mengingatkan agar semangat reformasi dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tidak ditafsirkan secara keliru hingga menjadi alasan untuk menggugurkan prestasi individu tanpa landasan yang jelas.
“Bijaklah dalam merespons dinamika yang berkembang. Nilai luhur perjuangan menolak KKN jangan disalahartikan dan dijadikan argumentasi untuk menggugurkan prestasi serta regulasi kompetensi seleksi,” tegasnya.
Ia berpandangan, pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama, termasuk Sekda, semestinya dinilai berdasarkan prinsip meritokrasi. Aspek kualifikasi, kompetensi, rekam jejak, dan kinerja perlu menjadi dasar dalam menilai kelayakan seorang pejabat.
Menurutnya, spekulasi yang tidak disertai fakta justru berpotensi mengganggu profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dan menciptakan suasana birokrasi yang tidak kondusif.
Tantangan Sekda Baru
Lebih lanjut, Frits berharap kehadiran M. Solikhin sebagai Sekda dapat memperkuat koordinasi antara eksekutif, legislatif, serta berbagai elemen masyarakat.
Posisi Sekda dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program prioritas pemerintah daerah berjalan efektif, sekaligus menjembatani koordinasi antarperangkat daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan dan sosial kemasyarakatan.
Ia berharap Sekda yang baru dapat segera bekerja, membangun komunikasi lintas sektor, serta menghadirkan terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pada akhirnya, menurut Frits, keberhasilan seorang Sekda tidak hanya diukur dari proses pengangkatannya, tetapi juga dari kemampuan membuktikan kinerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bekasi.
Red /jn.













