Jembatan Dibiarkan Rapuh, Warga Menuju PAW Kades Jadi Korban di Tegal Buleud.

Jaringan nasional.com – Sukabumi.

Lemahnya perhatian terhadap infrastruktur kembali memakan korban. Sebuah jembatan penghubung di Kampung Lingkung Sari, RT 04 RW 04, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Kamis (2/4/2026).

Saat warga melintas untuk mengikuti Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Sumberjaya.Insiden terjadi ketika warga dari Dusun Kampung Cilampahan tengah menuju lokasi pemilihan untuk menyalurkan hak pilih mereka. Namun, jembatan yang menjadi akses vital tersebut tiba-tiba putus.

Kondisi jembatan diduga sudah lama rapuh dan minim perawatan, namun tetap digunakan warga karena tidak adanya jalur alternatif.Akibat kejadian itu, lima orang menjadi korban, terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, para korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tegal Buleud setelah dievakuasi oleh warga menggunakan ambulans desa.

Peristiwa ini memicu kemarahan masyarakat. Warga menilai kerusakan jembatan bukan hal baru, bahkan keluhan telah berulang kali disampaikan, namun tidak direspons dengan tindakan nyata.

Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian yang membahayakan keselamatan warga.“Keluhan sudah sering disampaikan, tapi tidak ada perbaikan. Sekarang korban kembali jatuh. Harus menunggu apa lagi?” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Selain menimbulkan korban, ambruknya jembatan juga mengganggu jalannya proses demokrasi di tingkat desa. Dari total 18 pemilih yang terdaftar dalam PAW Kepala Desa Sumberjaya, sebagian tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat akses terputus.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan darurat serta evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan penghubung antar kampung.

Mereka khawatir, tanpa penanganan cepat, kejadian serupa dapat kembali terulang dengan dampak yang lebih fatal.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait penyebab pasti ambruknya jembatan maupun langkah penanganan yang akan diambil.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam terhadap lemahnya pengawasan infrastruktur di wilayah pelosok, di mana keselamatan warga seolah dipertaruhkan akibat keterlambatan penanganan.

Dede.