Jaringannasional.com – SUKABUMI.
Proyek pembangunan sumur bor yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran Rp95 juta hingga ratusan juta per titik kini disorot tajam.Tim investigasi melakukan pengecekan ke beberapa lokasi proyek sumur bor yang sedang dikerjakan.
Berdasarkan konfirmasi dengan salah satu pemborong yang enggan disebutkan namanya, biaya borong per titik di lapangan hanya Rp18 juta dan sudah termasuk hingga air menyala.
“Kedalaman itu variasi, yang penting air keluar normal. Bahkan ada yang cuma 13 meter sudah keluar air,” ujarnya.Tim investigasi juga mengonfirmasi kepada rekan pemborong lain di lapangan.
Terkait mesin pompa dan pengawasan dinas, pemborong menyebut mesin yang digunakan umumnya merek Shimizu dengan harga paling mahal Rp2,7 juta. “Dari dinas terkait belum pernah cek mesin dan kedalaman. Cukup lapangan kirim foto saja,” ungkapnya.
Selisih besar antara anggaran APBD dan biaya realisasi di lapangan membuat proyek ini menjadi sorotan keras bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi.Kesenjangan nilai proyek dengan fakta di lapangan menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Masyarakat dan aktivis mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait segera melakukan audit dan pengawasan langsung ke lokasi, agar dana APBD benar-benar tepat sasaran. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Sukabumi maupun dinas terkait.
Dede









