KOTA BEKASI — Menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan patroli dan penindakan.
Di Bantargebang, jajaran kepolisian memilih turun langsung ke lingkungan warga, membuka ruang dialog, sekaligus mendengar persoalan yang muncul dari tingkat paling bawah.
Langkah itu dilakukan melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dan penyerapan aspirasi masyarakat di wilayah hukum Polsek Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan berlangsung di RT 003/RW 007, Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, dengan melibatkan Ps. Kanit Bimas Polsek Bantargebang Iptu Nasrullah M. Bagza, Bhabinkamtibmas, Babinsa Kelurahan Bantargebang, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Polisi Mendengar Sebelum Bertindak
Pertemuan tersebut dikemas dalam dialog langsung antara aparat dan masyarakat.
Warga diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, saran, masukan, hingga informasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Bagi kepolisian, pola komunikasi semacam ini menjadi bagian dari langkah preventif.
Sebab, potensi gangguan keamanan kerap kali lebih mudah dikenali ketika aparat berada di tengah masyarakat, bukan semata-mata menunggu laporan setelah persoalan terjadi.
Selain menyerap aspirasi, personel juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, SH, MM, saat ditemui di tempat terpisah, mengatakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot menjadi salah satu upaya kepolisian memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Kami terus mendorong personel untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kami dapat mendengar langsung aspirasi, saran dan masukan warga sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas,” ujar Kompol Sukadi.
Tawuran hingga Narkoba Jadi Perhatian
Kompol Sukadi juga mengajak masyarakat tidak bersikap pasif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Tawuran, kejahatan jalanan, hingga penyalahgunaan narkoba, menurutnya, membutuhkan kewaspadaan bersama.
Tidak kalah penting, warga diingatkan agar lebih bijak menggunakan media sosial.
Informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung disebarluaskan karena dapat memicu keresahan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Kami mengajak warga untuk segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya,” kata dia.
Dari Aspirasi Menjadi Bahan Evaluasi
Dialog di tingkat lingkungan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi kepolisian untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi keamanan masyarakat.
Aspirasi dan informasi yang dihimpun menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam menentukan langkah tindak lanjut di wilayah hukum Polsek Bantargebang.
Sinergi antara polisi, TNI, tokoh masyarakat, dan warga pun menjadi bagian penting dalam membangun sistem keamanan lingkungan yang tidak hanya bertumpu pada aparat.
Masyarakat menyatakan dukungannya terhadap upaya memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan kepolisian.
Bagi warga, ruang dialog membuat persoalan lingkungan dapat disampaikan secara langsung sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Pada akhirnya, keamanan bukan sekadar perkara siapa yang berjaga, tetapi juga seberapa kuat masyarakat dan aparat saling mendengar.
Melalui pelaksanaan Jaga Jakarta On The Spot secara berkelanjutan, Polsek Bantargebang berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin tumbuh dan kemitraan dalam menjaga kamtibmas semakin kokoh.
Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah hukum Polsek Bantargebang terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.













