Pemkab Magetan Tutup PKA Angkatan V, Pejabat Dituntut Wujudkan Birokrasi Kelas Dunia

MAGETAN | jaringannasional.com — Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan pentingnya kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN) yang transformatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Penegasan tersebut disampaikan dalam penutupan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha, Jumat (30/10/2026).

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Magetan dalam meningkatkan kompetensi pejabat administrator sekaligus mendorong terwujudnya birokrasi berstandar dunia atau world class bureaucracy.

Dalam laporan panitia, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan menyampaikan bahwa pelatihan dirancang untuk membentuk pejabat yang mampu menjalankan kepemimpinan strategis, membangun kolaborasi, serta meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan.

Sebanyak 40 pejabat administrator di lingkungan Pemkab Magetan mengikuti program tersebut. Dari jumlah itu, 28 peserta merupakan laki-laki dan 12 lainnya perempuan.

Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari kelulusan peserta atau terpenuhinya persyaratan administratif. Hal yang lebih penting adalah kemampuan pejabat dalam menghadirkan perubahan, meningkatkan kinerja organisasi, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Kang Suyat juga mengingatkan bahwa tugas utama ASN bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, melainkan memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, para pejabat administrator diminta lebih peka terhadap persoalan yang dihadapi warga. Berbagai tantangan di lapangan, mulai dari sektor pertanian hingga pengelolaan lingkungan, harus menjadi perhatian dalam merumuskan kebijakan dan menentukan langkah penyelesaian.

Ia menekankan, kepemimpinan yang efektif harus mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Pejabat dituntut tidak hanya memahami persoalan dari balik meja kerja, tetapi juga mampu melihat kondisi riil di lapangan dan menghadirkan solusi yang tepat sasaran.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Magetan berharap para pejabat administrator mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing. Peningkatan kompetensi kepemimpinan diharapkan berbanding lurus dengan kualitas tata kelola pemerintahan, efektivitas program pembangunan, dan mutu pelayanan publik.

Pada akhirnya, cita-cita membangun birokrasi kelas dunia harus diwujudkan melalui kinerja yang terukur, respons terhadap kebutuhan masyarakat, serta komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Magetan.

Red/Jn
Prokopim