Wiwiek Hargono Perkuat Pembinaan Kota Sehat, Bekasi Bidik Penilaian Nasional 2027

BEKASI | jaringannasional.com – Persiapan Kota Bekasi menghadapi penilaian Forum Kota Sehat tingkat nasional tahun 2027 mulai diperkuat. Salah satunya melalui pembinaan langsung di wilayah Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, yang dipusatkan di Puskesmas Flamboyan, Selasa (3/11/2026).

Ketua Forum Kota Bekasi Sehat sekaligus Ketua Posyandu Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, turun langsung melakukan pembinaan guna memastikan kesiapan wilayah dalam memenuhi berbagai indikator Kota Sehat, termasuk pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Camat Pondok Gede, jajaran perangkat daerah, serta para kader masyarakat setempat.

Pembinaan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mempersiapkan peningkatan strata Kota Sehat menjelang penilaian nasional 2027.

Kecamatan Pondok Gede menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Terlebih, wilayah tersebut sebelumnya berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kota Bekasi. Capaian itu diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola wilayah dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wiwiek menegaskan bahwa keberhasilan penilaian Kota Sehat tidak cukup hanya ditopang kelengkapan dokumen dan administrasi. Kesiapan sumber daya manusia, terutama kader yang menjadi ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat, juga harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, para kader perlu memahami tugas, fungsi, serta kompetensi masing-masing agar mampu menjelaskan sekaligus memperlihatkan bukti nyata pelaksanaan program ketika tim penilai melakukan kunjungan lapangan.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh persiapan dilakukan dengan baik. Bukan hanya administrasinya yang lengkap, tetapi para kader juga harus memahami tugas, fungsi, dan kompetensinya. Ketika nantinya dilakukan penilaian, mereka mampu menjelaskan serta menunjukkan secara langsung berbagai kegiatan dan pelayanan yang sudah berjalan di wilayahnya,” ujar Wiwiek.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam memenuhi enam SPM sebagai bagian dari indikator penyelenggaraan Kota Sehat. Kolaborasi antara perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Puskesmas Flamboyan sendiri memiliki posisi strategis sebagai lokus pembinaan, khususnya dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan, ketertiban administrasi, serta kesiapan tenaga kesehatan dan kader dalam mendukung indikator penilaian.

Wiwiek berharap persiapan dilakukan secara konsisten sejak dini sehingga Kota Bekasi tidak hanya siap dari sisi dokumen, tetapi juga mampu menunjukkan implementasi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Persiapan ini harus dilakukan sejak sekarang. Kita ingin ketika penilaian tingkat nasional pada tahun 2027 nanti, Kota Bekasi benar-benar siap, baik dari sisi administrasi, pelaksanaan program, maupun kemampuan para kader dalam memahami dan menjalankan kompetensinya,” tambahnya.

Melalui pembinaan tersebut, seluruh unsur di Kelurahan Jaticempaka diharapkan semakin solid dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan standar pelayanan, serta mengoptimalkan peran kader dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya.

Langkah ini sekaligus menjadi konsolidasi Forum Kota Bekasi Sehat bersama perangkat daerah dan masyarakat untuk memastikan program Kota Sehat berjalan secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan penilaian.

Dengan penguatan pembinaan dan kolaborasi lintas sektor, Kota Bekasi menargetkan peningkatan capaian indikator sekaligus kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi penilaian Forum Kota Sehat tingkat nasional pada 2027 mendatang.

(Redaksi/JN)