BEKASI | jaringannasional.com — Pertandingan cabang olahraga (cabor) Muaythai dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 resmi digelar di Kota Bekasi. Pelaksanaan pertandingan ini menjadi momentum penting bagi para atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus memperebutkan prestasi menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Wakil Wali Kota Bekasi yang juga Ketua Umum PB Porprov XV Jawa Barat 2026 Kota Bekasi, Dr. Abdul Haris Bobihoe, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, panitia penyelenggara, serta keluarga besar Muaythai Jawa Barat yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Menurut Abdul Haris, Muaythai bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting dalam pembentukan karakter, seperti keberanian, kedisiplinan, ketangguhan mental, pengendalian diri, dan kehormatan.
Ia menegaskan bahwa seorang petarung tidak hanya dituntut mampu mengalahkan lawan di atas arena, tetapi juga harus bisa mengendalikan emosi, mengatasi rasa takut, serta menghormati setiap orang yang dihadapinya.
“Petarung sejati bukan hanya mereka yang mampu mengalahkan lawan, tetapi mereka yang mampu mengalahkan rasa takut, mengendalikan emosi, dan menghormati setiap orang yang dihadapinya,” pesan Abdul Haris.
Ia berharap, melalui Porprov XV Jawa Barat 2026, akan lahir atlet-atlet Muaythai potensial yang mampu mengukir prestasi dan membawa nama Jawa Barat ke tingkat nasional maupun internasional.
Abdul Haris juga mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, medali memang menjadi salah satu tujuan dalam kompetisi, tetapi pembentukan karakter dan sikap sportif merupakan nilai yang tidak kalah penting.
“Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan keberanian, berjuanglah dengan kehormatan, menanglah dengan kerendahan hati, dan jika belum berhasil, bangkitlah dengan semangat yang tinggi,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta agar seluruh pertandingan berjalan profesional, objektif, adil, dan transparan. Para atlet diharapkan mematuhi aturan pertandingan, mengutamakan keselamatan, serta menghormati keputusan wasit dan juri melalui mekanisme yang berlaku.
Pembinaan Jangka Panjang Jadi Kunci Prestasi
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Barat, DKP Tine Yowargana, B.A., M.H., menyampaikan bahwa Porprov XV Jawa Barat 2026 merupakan bagian dari rangkaian panjang pembinaan olahraga, yang telah dimulai melalui Babak Kualifikasi (BK) Porprov tahun 2025 dan berlanjut menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ia mengungkapkan, persiapan menghadapi Porprov tidak hanya menyangkut kemampuan teknis atlet, tetapi juga meliputi pembinaan fisik, pemenuhan gizi, serta penguatan mental. Seluruh proses tersebut membutuhkan kerja keras dan konsistensi dari atlet, pelatih, pengurus, maupun pihak-pihak yang mendukung pembinaan.
Menurut Tine, pembinaan merupakan fondasi utama dalam olahraga amatir karena prestasi tidak dapat diraih secara instan. Olahraga juga menjadi bagian dari pendidikan nonakademis yang berperan membentuk karakter manusia sejak usia dini.
“Olahraga mengajarkan disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, dan kerja keras karena tidak ada jalan pintas dalam prestasi olahraga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para atlet dan seluruh insan Muaythai Jawa Barat agar tidak melupakan orang-orang yang telah berkontribusi dalam perjalanan mereka meraih prestasi. Keberhasilan seorang atlet, katanya, merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan pelatih, pengurus organisasi, orang tua, hingga seluruh pihak yang memberikan dukungan.
Tine turut mengenang sosok almarhum Abu Rahyang Mandalajati F. Silviadi, Sanggabuana, yang disebutnya sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan dan perkembangan Muaythai di Jawa Barat.
Menurutnya, almarhum memiliki cita-cita besar untuk mengembangkan masyarakat melalui pembinaan dan pemberdayaan. Banyak orang yang sebelumnya memiliki keterbatasan kemudian tumbuh menjadi pribadi mandiri dan berprestasi berkat bimbingan serta kepeduliannya.
Meski telah berpulang, Tine berharap semangat dan ketulusan almarhum tetap menjadi inspirasi bagi keluarga besar Muaythai Jawa Barat.
Ia menekankan pentingnya memegang teguh nilai-nilai budaya Sunda, yakni silih asih, silih asah, silih asuh, sebagai landasan membangun kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas dalam organisasi.
“Jangan menjadi insan Muaythai Jawa Barat yang seperti kacang lupa kulitnya ketika sudah berhasil. Kembali ke masyarakat, amalkan ilmu dan bakti kita sebagai warga Jawa Barat,” pesannya.
Kepada para atlet, ia juga berpesan agar menjalani pertandingan dengan semangat pantang menyerah, tetap menghormati lawan, serta mengingat bahwa perjalanan menuju arena Porprov merupakan bagian dari perjuangan panjang yang telah mereka lalui.
Panitia Akui Venue Belum Sepenuhnya Rampung
Di sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) cabang olahraga Muaythai, Deni Muhammad Ali, S.E., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pertandingan dapat terlaksana.
Ia secara khusus mengapresiasi dukungan PB Porprov XV Jawa Barat 2026, Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, unsur TNI-Polri, para manajer dan official kontingen, serta berbagai elemen masyarakat yang turut membantu penyelenggaraan.
Deni juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi kemasyarakatan dan Aliansi Ormas serta LSN Kota Bekasi yang ikut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam laporannya, Deni tidak menampik masih terdapat sejumlah kekurangan dalam persiapan fasilitas pertandingan. Ia menjelaskan bahwa venue yang digunakan untuk pertandingan Muaythai tersebut, yakni GOR Basket Bekasi, secara keseluruhan masih berada dalam tahap penyelesaian sekitar 80 persen.
Meski belum sepenuhnya rampung, panitia tetap berupaya memastikan pertandingan dapat berlangsung sesuai agenda.
“Kami sebagai panitia memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Venue ini memang baru sekitar 80 persen, belum 100 persen. Namun, Alhamdulillah, pertandingan Muaythai sudah bisa dilaksanakan di tempat ini,” ujarnya.
Deni menyebut pelaksanaan pertandingan Muaythai menjadi bagian tersendiri dalam sejarah pemanfaatan GOR Basket Bekasi. Pasalnya, cabang olahraga tersebut menjadi salah satu yang mengawali pelaksanaan pertandingan di venue tersebut.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh manajer, official, pelatih, dan atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat yang telah hadir di Kota Bekasi.
Kepada para atlet, Deni berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, tidak mudah menyerah, serta menjadikan Porprov sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam perjalanan menuju kompetisi tingkat nasional.
Porprov Jadi Panggung Persatuan Olahraga Jawa Barat
Pelaksanaan pertandingan Muaythai dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet, tetapi juga bagian dari proses pembinaan olahraga menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Sinergi antara pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, KONI, pelatih, official, dan seluruh unsur pendukung menjadi bagian penting dalam menciptakan penyelenggaraan pertandingan yang aman dan profesional.
Pesan yang disampaikan para pimpinan olahraga dalam kesempatan tersebut memiliki penekanan yang sama, yakni prestasi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, penghormatan terhadap lawan, dan semangat persaudaraan.
Sebagaimana ditegaskan Abdul Haris Bobihoe dalam penutup sambutannya, arena pertandingan boleh mempertemukan para atlet sebagai lawan, tetapi di luar arena mereka tetap merupakan saudara dalam keluarga besar olahraga Jawa Barat.
“Bertanding untuk kemenangan, bersatu untuk kejayaan Jawa Barat!” menjadi pesan penutup yang mengiringi dimulainya kompetisi Muaythai Porprov XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi.
Reporter: Nizar












