BEKASI | jaringannasional.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tengah menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan menyusul temuan kematian massal ikan sapu-sapu di aliran Kali Bekasi, tepatnya di kawasan Kampung Poncol, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran lapangan sejak pertengahan September 2026. Dalam penelusuran awal tersebut, petugas telah mengumpulkan bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah di lokasi.
Meski demikian, DLH Kota Bekasi belum menetapkan sanksi maupun menyimpulkan penyebab pasti kematian ikan-ikan tersebut. Pemerintah Kota Bekasi masih menunggu hasil pengujian sampel air yang dilakukan UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi.
“Penanganan dugaan pencemaran dilakukan melalui tahapan pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, langkah tindak lanjut akan disesuaikan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan,” ujar Kiswatiningsih dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, hasil pengujian laboratorium akan menjadi dasar penting untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas dugaan pencemaran tersebut.
Dengan demikian, penyebab kematian massal ikan sapu-sapu di Kali Bekasi hingga kini masih menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan laboratorium. Dugaan keterkaitan dengan pembuangan limbah juga masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
DLH Kota Bekasi mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi agar memperhatikan pengelolaan limbah serta tidak melakukan pembuangan yang berpotensi mencemari perairan.
Upaya menjaga kualitas air dan kelestarian lingkungan dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa serta melindungi ekosistem sungai.
(Red/JN)
Sumber: Diskominfo Kota Bekasi













