BEKASI | jaringannasional.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Drs. Junaedi, menjalani apel gabungan terakhirnya bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Senin (26/10/2026). Menjelang masa purna bakti pada akhir Oktober ini, Junaedi menyampaikan pesan perpisahan yang sarat refleksi setelah hampir empat dekade mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Apel gabungan yang dipimpin langsung Wali Kota Bekasi Tri Adhianto tersebut diikuti jajaran pejabat eselon II, III, dan IV, pejabat fungsional, serta pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi. Dalam kesempatan itu, Junaedi menyampaikan perjalanan karier sekaligus pesan kepada para ASN yang masih melanjutkan pengabdian.
Mengawali sambutannya, Junaedi mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang dimulainya pada 1989. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan mencapai posisi tertinggi dalam struktur birokrasi Pemerintah Kota Bekasi sebagai sekretaris daerah.
Menurut Junaedi, pencapaian tersebut merupakan bagian dari kehendak Allah SWT serta dukungan pimpinan daerah, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.
“Sepanjang perjalanan saya, saya tidak membayangkan akan jadi sekda. Ini berkat kuasa Allah SWT serta dukungan Pak Wali Kota dan Pak Wakil. Saya mencatat sejarah sebagai orang Bekasi pertama yang menjadi Sekda di sini,” ujar Junaedi di hadapan peserta apel.
Di balik pencapaian karier tersebut, Junaedi juga mengenang perubahan besar yang dialami birokrasi selama hampir 40 tahun masa pengabdiannya. Ia melewati berbagai era komunikasi, mulai dari masa ketika telepon genggam belum digunakan secara luas, penggunaan pager dan pesan singkat (SMS), hingga perkembangan teknologi komunikasi modern.
Pengalaman panjang itu menjadi bekal bagi Junaedi untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga sikap dan etika dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar pencapaian karier, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Junaedi juga berpesan agar para pegawai memahami batasan diri, menjaga perilaku, serta tidak memaksakan ambisi untuk mengejar jabatan atau kedudukan.
“Jabatan adalah amanah. Kalau kita terlalu berani menantang jabatan, itu musibah. Intinya kita harus banyak bersyukur agar hidup selamat, aman, nyaman, dan bisa pensiun dengan baik,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi yang disampaikan Junaedi kepada jajaran ASN menjelang berakhirnya masa pengabdiannya. Ia menekankan pentingnya rasa syukur dan sikap proporsional dalam meniti karier di lingkungan pemerintahan.
Menutup sambutannya, Junaedi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pegawai, baik secara pribadi maupun dalam kapasitasnya sebagai pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi, apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan, keputusan, atau tindakan yang kurang berkenan.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tetap menjaga kekompakan, solidaritas, serta nama baik institusi pemerintahan setelah dirinya memasuki masa purna bakti.
“Ada awal, ada akhir. Semua pasti bergantian. Saya mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, dan saya doakan teman-teman semua selalu sehat, bahagia, serta tetap semangat dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Apel terakhir tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang Junaedi sebagai ASN menjelang masa pensiun. Ia meninggalkan pesan bahwa pengabdian tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diduduki, tetapi juga dari sikap, tanggung jawab, dan kontribusi selama menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Red/Nzr













