Menagih Janji Gubernur Jabar di Paripurna Kota Bekasi: Dari Lapangan Bola Hingga Lift RSUD Rp15 Miliar

BEKASI | jaringannasional.com — Rapat paripurna DPRD Kota Bekasi yang digelar untuk penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD terkait perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026), berlangsung diwarnai interupsi sejumlah anggota dewan.

Selain persoalan waktu pelaksanaan rapat yang molor dari jadwal jam 9.00 wib yang telah ditetapkan, Baru dimulai jam 9:30 wib. Molor 30 menit. interupsi juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan kepastian dari Pemerintah Kota Bekasi, termasuk realisasi bantuan yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, Ahmad Rifai, mempertanyakan perkembangan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan fasilitas olahraga, khususnya lapangan sepak bola mini di wilayah Pondok Gede.

Menurut Rifai, masyarakat sebelumnya menyambut positif rencana pembangunan tersebut. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan bantuan tersebut direalisasikan.

Janji bantuan itu sampai sekarang belum ada kabar kepastiannya. Masyarakat yang awalnya sudah senang dengan rencana pembangunan stadion atau lapangan tersebut sekarang masih menunggu kepastian,” kata Rifai dalam interupsinya.

Selain persoalan bantuan pembangunan fasilitas olahraga, Rifai juga menyoroti insiden teknis berupa padamnya listrik saat acara peresmian Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Ia mempertanyakan kejadian tersebut karena listrik padam ketika Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan hendak memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Menanggapi interupsi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan dirinya telah mempertanyakan langsung sejumlah komitmen bantuan Gubernur Jawa Barat saat menghadiri rapat persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.

Tri mengatakan, bantuan yang menjadi pembahasan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas olahraga, tetapi juga sejumlah kebutuhan lainnya di Kota Bekasi.

Sudah saya sampaikan. Memang waktu itu Pak Gubernur berjanji terkait pembangunan lapangan di Pondok Gede. Tetapi kita tentu tahu skala fiskal provinsi hari ini juga sedang tertekan,” ujar Tri usai rapat paripurna.

Menurut Tri, selain pembangunan lapangan, terdapat pula sejumlah komitmen bantuan lain yang telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi. Di antaranya terkait peningkatan fasilitas RSUD, termasuk penggantian lift yang nilainya disebut sekitar Rp15 miliar.

Pemprov Jawa Barat juga disebut memiliki rencana memberikan bantuan kepada sejumlah rumah sakit tipe D di Kota Bekasi. Jika terdapat tiga rumah sakit, total bantuan yang diharapkan mencapai sekitar Rp15 miliar.

Termasuk beberapa janji beliau terkait peningkatan kebutuhan untuk RSUD, terkait dengan penggantian lift, kalau tidak salah nilainya Rp15 miliar. Kemudian ada bantuan buat rumah sakit tipe D kita, kalau tidak salah masing-masing Rp5 miliar,” jelas Tri.

Tri menambahkan, dirinya telah meminta Baperida Kota Bekasi untuk terus melakukan koordinasi dan mengejar realisasi bantuan tersebut. Ia berharap sejumlah komitmen tersebut dapat direalisasikan pada 2027.

“Beliau langsung responsif dan meminta kita koordinasi dengan Bappelitbangda. Catatan-catatan itu mudah-mudahan di 2027 nanti bisa dikerjakan,” katanya.

Merespons pertanyaan wartawan terkait satu lapangan satu kelurahan

Terkait kemungkinan pembangunan lapangan mini soccer di setiap kecamatan, Tri menyebut realisasinya sangat bergantung pada ketersediaan lahan dan kemampuan pemerintah dalam menyiapkan fasilitas tersebut.

Menurutnya, jika ketersediaan lahan memungkinkan, pembangunan lapangan olahraga di setiap kecamatan dapat menjadi bagian dari penyediaan ruang terbuka bagi masyarakat.

Akan tergantung juga kemampuan kita menyiapkan lapangannya. Kalau memang tanahnya ada, saya kira sangat baik untuk membuat ruang terbuka hijau dan ruang tempat bermain,” ujarnya.

Tri mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi pada tahun mendatang salah satunya akan melakukan rehabilitasi fasilitas olahraga yang berada di wilayah Mustikajaya.

Ia bahkan membuka peluang agar ke depan setiap kecamatan memiliki lapangan olahraga sendiri.

“Makanya tahun depan salah satunya kita merehabilitasi yang ada di Mustikajaya. Kalau memang satu kecamatan bisa satu, luar biasa. Apalagi kalau satu kelurahan satu lapangan, wah, keren banget,” kata Tri.

Pemkot Minta Maaf Soal Listrik Padam

Sementara terkait padamnya listrik saat peresmian PSEL, Tri menyampaikan permintaan maaf atas gangguan teknis tersebut.

Ia menyebut kejadian itu sebagai persoalan teknis yang tidak diharapkan terjadi, terutama ketika acara sedang berlangsung dan pejabat pemerintah pusat dijadwalkan memberikan sambutan.

Kami menyampaikan permintaan maaf atas kejadian teknis tersebut,” ujar Tri.

Rapat paripurna tersebut kemudian dilanjutkan dengan agenda penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi atas perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026.

Red/Jn/nzr